Pengendalian "Zoonosis" Butuh Peran Aktif Pemda

Rabu, 1 Oktober 2014 | 18:40 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengharapkan, peran aktif Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya menurunkan tingkat kejadian dan fatalitas zoonosis di daerahnya masing-masing.

"Diperlukan kepedulian Pemda terhadap ancaman yang fatal dari zoonosis atau penyakit yang (diduga) bersumber dari hewan. Meski bukan bencana alam, tapi peran mereka sangat penting karena ini bisa menimbulkan ancaman tersendiri," kata Agung, usai meembuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (KNPZ) ketiga di Jakarta, Rabu (1/10).

Agung mengapresiasi kinerja beberapa provinsi yang telah berhasil menurunkan tingkat kejadian dan fatalitas zoonosis, seperti flu burung, rabies, pes, leptospirosis, dan antrax. Bahkan beberapa provinsi juga telah dinyatakan bebas Brusellosis atau virus yang dapat mengakibatkan keguguran pada hewan ternak.

"Keberhasilan itu harus dicontoh karena berarti Pemdanya peduli. Kepedulian itu tercermin dari APBD-nya dan strukturnya. Kalau sudah ada struktur, harus ada program penguatan kapasitas orang-orangnya dan juga lembaganya," ujar Ketua KNPZ itu.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat dunia juga menghadapi peningkatan ancaman yang belum banyak disadari, yaitu emerging Infectious Diseases, di mana 70 persen di antaranya bersifat zoonosis, sebagai akibat kerusakan lingkungan dan perubahan ekosistem, globalisasi perdagangan, pemanasan global, serta urbanisasi.

Agung menegaskan, pengendalian zoonosis berkonsep One Health, terkoordinasi dan lintas sektor terbukti efektif. Analisa dari para pakar dan beberapa rekomendasi pertemuan organisasi internasional menunjukkan bahwa meningkatnya ancaman zoonosis dan makin rentannya masyarakat Indonesia terhadap ancaman tersebut.

Hal itu menjadikan pentingnya koordinasi lintas sektor dan penguatan kapasitas nasional, terutama dalam mengantisipasi, mendeteksi dan merespon zoonosis dan emerging Infectious Diseases seperti Influenza A (H7N5, H5N1, H1N1), Sars, Nipah, Ebola, dan Mers-CoV.

"Tugas pemerintah di seluruh negara adalah melindungi, menjaga keamanan dan keselamatan warga negaranya dari ancaman penyakit-penyakit tersebut," ujar Agung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon