Kasus Raafi, Anggota Paspamres Diminta Konfrontasi dengan Saksi Siswa
Minggu, 18 Desember 2011 | 15:21 WIB
Febry memberikan kesaksian, Sanuri sebagai pelaku tunggal. Sebaliknya anggota Pasukan Pengamanan Presiden itu menuduh Febryawan menyerahkan pisau berlumur darah kepadanya.
Tim Advokasi Brawijaya IV meminta polisi melakukan konfrontasi dengan saksi siswa Pangudi Luhur dengan saksi Sanuri atau Zanuri, anggota Paspampres Grup B berpangkat Kopral Dua yang diangap polisi menjadi saksi kunci, untuk memastikan siapa yang menikam Raafi Aga Winasya Benjamin.
Penasihat Tim Advokasi Brawijaya IV, M. Mahendradatta, mengatakan dalam perkembangan penyidikan polisi terkesan masuk angin mendalami setiap kesaksian yang diberikan untuk mengungkap kasus pembunuhan Raafi.
Tim juga menilai polisi lambat mengungkap pelaku dan motif pembunuhan sehingga memberi kesan seperti ada yang ditutup-tutupi.
"Polisi menetapkan Febry atau Sher Muhammad Febryawan sebagai tersangka penusukan tunggal, menurut saksi-saksi yang ditentukan. Namun, hingga kini polisi belum mendalami dan memeriksa kesaksian Febry yang menyatakan kalau pelaku penusukan adalah Sanuri," kata Mahendradatta kepada beritasatu.com, hari ini.
"Kami ingin Sanuri dikonfrontasi dengan saksi siswa PL (teman-teman Raafi yang menghadiri pesta ulang tahun dan berada di Shy Rooftop ketika kejadian), agar saksi siswa PL bisa memastikan apakah Sanuri merupakan pelaku penusukan atau bukan. Sebelumnya Febry sudah dipertemukan dengan mereka, kenapa Sanuri belum? Harus dipertemukan supaya fair," tambahnya.
"Jujur, saya merasa ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan motif dan pelaku kasus pembunuhan Raafi. Polisi pun lamban membongkar kasus ini," ujarnya.
Sanuri merupakan teman Robby Hatim yang juga temannya Febry. Mereka sudah menjadi teman sejak tiga tahun lalu. Sekitar dua bulan sebelum kejadian di Shy Rooftop, Robby mengenalkan Sanuri ke Febryawan.
Kemudian, pada Jumat (4/11), Robby menelepon Sanuri untuk mengajaknya pergi. Dengan menggunakan Toyota Fortuner, setelah menjemput Sanuri, Robby langsung menuju Shy Rooftop. Mereka tiba sekitar pukul 23.00 dan bertemu Febry di sana. Kemudian, kasus pembunuhan Raafi terjadi.
Pada perkembangan penyidikan, antara Febry dan Sanuri saling tuding menuduh melakukan penusukan. Febry memberikan kesaksian, Sanuri sebagai pelaku tunggal. Sebaliknya anggota Pasukan Pengamanan Presiden itu menuduh Febryawan menyerahkan pisau berlumur darah kepadanya.
Tim Advokasi Brawijaya IV meminta polisi melakukan konfrontasi dengan saksi siswa Pangudi Luhur dengan saksi Sanuri atau Zanuri, anggota Paspampres Grup B berpangkat Kopral Dua yang diangap polisi menjadi saksi kunci, untuk memastikan siapa yang menikam Raafi Aga Winasya Benjamin.
Penasihat Tim Advokasi Brawijaya IV, M. Mahendradatta, mengatakan dalam perkembangan penyidikan polisi terkesan masuk angin mendalami setiap kesaksian yang diberikan untuk mengungkap kasus pembunuhan Raafi.
Tim juga menilai polisi lambat mengungkap pelaku dan motif pembunuhan sehingga memberi kesan seperti ada yang ditutup-tutupi.
"Polisi menetapkan Febry atau Sher Muhammad Febryawan sebagai tersangka penusukan tunggal, menurut saksi-saksi yang ditentukan. Namun, hingga kini polisi belum mendalami dan memeriksa kesaksian Febry yang menyatakan kalau pelaku penusukan adalah Sanuri," kata Mahendradatta kepada beritasatu.com, hari ini.
"Kami ingin Sanuri dikonfrontasi dengan saksi siswa PL (teman-teman Raafi yang menghadiri pesta ulang tahun dan berada di Shy Rooftop ketika kejadian), agar saksi siswa PL bisa memastikan apakah Sanuri merupakan pelaku penusukan atau bukan. Sebelumnya Febry sudah dipertemukan dengan mereka, kenapa Sanuri belum? Harus dipertemukan supaya fair," tambahnya.
"Jujur, saya merasa ada yang ditutup-tutupi dalam pengungkapan motif dan pelaku kasus pembunuhan Raafi. Polisi pun lamban membongkar kasus ini," ujarnya.
Sanuri merupakan teman Robby Hatim yang juga temannya Febry. Mereka sudah menjadi teman sejak tiga tahun lalu. Sekitar dua bulan sebelum kejadian di Shy Rooftop, Robby mengenalkan Sanuri ke Febryawan.
Kemudian, pada Jumat (4/11), Robby menelepon Sanuri untuk mengajaknya pergi. Dengan menggunakan Toyota Fortuner, setelah menjemput Sanuri, Robby langsung menuju Shy Rooftop. Mereka tiba sekitar pukul 23.00 dan bertemu Febry di sana. Kemudian, kasus pembunuhan Raafi terjadi.
Pada perkembangan penyidikan, antara Febry dan Sanuri saling tuding menuduh melakukan penusukan. Febry memberikan kesaksian, Sanuri sebagai pelaku tunggal. Sebaliknya anggota Pasukan Pengamanan Presiden itu menuduh Febryawan menyerahkan pisau berlumur darah kepadanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




