Edukasi Asuransi pada Masyarakat Bawah Ditingkatkan
Kamis, 30 Oktober 2014 | 11:44 WIBBogor - Rendahnya tingkat penggunaan produk asuransi di masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah sangat dipengaruhi ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan segmen masyarakat kecil.
Hal itu mencuat dalam diskusi Pasar Asuransi Mikro Indonesia yang diselengrakan Otoritas Jasa Keungan (OJK) dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) di IPB Convention Centre, Kamis (30/10).
Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah PJK Moch Muchlasin menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bagaian program pengembangan asuransi mikro yang telah menjadi komitmen OJK dan tiga asosiasi asuransi tersebut. "Upaya tersebut guna meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap produk asuransi," jelasnya.
Muchlasin menyebutkan, sejak 2013 OJK dan pelaku usaha asuransi melakukan pengembangan asuransi mikro dengan memperbanyak ketersediaan produk. Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi.
Dia mengakui bagi masyarakat berpenghasilan rendah, produk asuransi pada umumnya sulit dimengerti, dan susah diperoleh. Selain itu, mereka beranggapan produk asuransi mahal dan proses pengurus klaimnya lama. "Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menyediakan produk asuransi mikro atau produk asuransi yang memiliki karakteristik sederhana, mudah, ekonomis dan segera," papar Muchlasin.
Sementara selain diskusi, dada acara tersebut, digelar pameran dan peluncuran produk-produk asuransi mikro.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




