Alcatel Yakin Indonesia Bisa Terapkan LTE

Rabu, 5 November 2014 | 07:53 WIB
OO
FH
Penulis: Ovi Oktaviani | Editor: FER
Perusahaan penyedia produk telekomunikasi asal Prancis Alcatel-Lucent yakin, Indonesia bisa menerapkan teknologi telekomunikasi generasi keempat (4G) LTE (Long Term Evolution). Indonesia sudah memiliki momentum untuk menggunakan teknologi LTE.
Perusahaan penyedia produk telekomunikasi asal Prancis Alcatel-Lucent yakin, Indonesia bisa menerapkan teknologi telekomunikasi generasi keempat (4G) LTE (Long Term Evolution). Indonesia sudah memiliki momentum untuk menggunakan teknologi LTE. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Perusahaan penyedia produk telekomunikasi asal Prancis Alcatel-Lucent yakin, Indonesia bisa menerapkan teknologi telekomunikasi generasi keempat (4G) LTE (Long Term Evolution). Indonesia sudah memiliki momentum untuk menggunakan teknologi LTE.

"Saya kira, Indonesia bisa menerapkan teknologi ini, tapi saya tidak tahu kapan. Kita tidak bisa bilang 2 tahun lagi, atau 3 tahun lagi Indonesia menerapkan teknologi LTE. Tapi yang pasti sekarang arahnya semua ke sana, termasuk juga Indonesia," kata Fryandi Ramada, chief technology officer Alcatel Lucent saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (4/11).

Alcatel-Lucent merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Paris, Prancis. Perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk telekomunikasi ini juga menghasilkan produk telekomunikasi terbaru, termasuk produk teknologi LTE.

LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Kelebihan teknologi ini adalah mampu download sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75mbps.

Lebih jauh Fryandi mengatakan, saat ini Alcatel baru sebatas mengedukasi klien-klien bisnis di Indonesia, terkait kegunaan dan kelebihan LTE. Klien-klien di sini terutama operator telekomunikasi.

Sementara itu, soal kesiapan operator menerima teknologi LTE, Fryandi mengatakan, pihaknya belum mengetahui soal kesiapan tersebut. Ia juga tidak mengetahui pasti kesiapan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur pendukung teknologi LTE.

Layanan LTE pertama kali diadopsi oleh operator seluler TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada 14 desember 2009. Di Indonesia, operator pertama yang menggunakan teknologi 4G ini adalah Bolt yang diluncurkan oleh PT. Internux pada tanggal 14 November 2013.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon