Musik Dangdut Iringi Pagelaran Busana Obin
Kamis, 6 November 2014 | 21:56 WIB
Jakarta - Suasana pagelaran busana yang berbeda sudah menjadi ciri khas Josephine W. Komara, desainer yang senang dipanggil Obin si Tukang Kain. Obin, pendiri Bin House Indonesian Creation ini, seperti tahun-tahun sebelumnya mengangkat keindahan kain-kain tradisional Indonesia melalui pagelaran busana dengan suasana yang berbeda dari runway pada umumnya.
Pada Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 kali ini, pagelaran busananya yang terdiri dari 4 sequence diiringi oleh lagu romantis pada sequence pertama. Pada sequence kedua, lagu Titiek Puspa Marilah Kemari menggerakkan para model untuk menari di atas catwalk.
Kemudian, sequence ketiga diiringi lagu keroncong dan sequence terakhir Obin memilih lagi dangdut oplosan dimana para model pun bergoyang dangdut bersama dan diikuti riuh tepuk tangan dan teriakan pengunjung.
"Setiap gladeresik saya selalu menjelaskan filosofi dari lagu-lagi pengiring yang menjadi lagu favorit saya. Dan para model ternyata sesampainya di rumah mereka mencari lagu dan liriknya di internet. Saya kaget juga tadi mereka menyanyikan secara lipsync di panggung," ujar Obin pada jumpa pers si JFW 2015, Jakarta, Kamis (6/11).
Pada pagelarannya kali ini Obin menampilkan kain-kain tradisional yang dibuat melalui metode dari batik hingga tenun. Ia hanya melilitkan kain-kainnya ke para model karena menurutnya itulah cara yang nyaman mengenakan kain tradisional. Ia juga menampilkan semua warna pada seluruh tampilannya kali ini, dari warna gelap hingga yang terang untuk blus, kebaya hingga selendang.
"Tidak semua kain yang ditampilkan tadi batik. Kain-kain tadi ada yang kita pintal dari benang dan juga kita tenun dengan ketebalan berbeda-beda sesuai kebutuhan, apakah untuk atasan atau bawahan. Jadi, kain-kain tadi ada yang dibordir, dijahit, dijumput hingga dibatik," imbuhnya.
Pagelaran busana yang bertajuk Saya adalah Indonesia merupakan cerminan Obin akan kecintaannya terhadap Indonesia. Dikatakan Theresia Perwitasari, salah satu tim desain Bin House Indonesian Creation, tema yang diangkat tahun ini adalah ajakan Obin kepada masyarakat untuk lebih mencintai Indonesia ditengah gempuran merek asing.
"Banyak orang Indonesia yang jiwanya tidak Indonesia. Mereka lebih memilih menggunakan merek asing ketimbang produknya sendiri," kata Theresia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




