Inilah Pemenang Srikandi Award 2011
Rabu, 21 Desember 2011 | 12:10 WIB
Srikandi Award ini diberikan kepada para wanita-wanita luar biasa yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan wanita di Indonesia
Setelah memilah proposal yang masuk dan melalui proses penjurian yang ketat, akhirnya dewan juri menetapkan tiga bidan yang berhak menyandang gelar sebagai bidan teladan dalam program Srikandi Award 2011.
Ketiga bidan teladan peraih penghargaan Srikandi Award 2010 itu terdiri dari tiga kategori, yaitu program tantangan budaya yang dimenangkan oleh bidan Meiryastuti dari Kabupaten Tebo, Jambi dengan kegiatan Merubah Adat di Tepian Batanghari.
Untuk kategori promosi kesehatan diraih oleh Bidan Dewi Susila dari Deli Serdang Sumatera Utara dengan program Menuju Generasi Sehat di Tanah Deli.
Sementara untuk kategori pemberdayaan ekonomi dimenangkan oleh Bidan Kesih dari Kec. Arjasari, Kab. Bandung dengan program Koperasi Bunda untuk Semua.
Prof. Dr. Nila Moeloek selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG's mengatakan, bidan yang terpilih adalah bidan inspirasional, bukan sekadar menolong persalinan, tetapi juga inovatif membentuk kelompok yang memberi manfaat bagi ibu dan bayi.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan, terdapat 228 kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup dan tercatat 31 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran.
Untuk mencapai target MDGs 2015, yaitu AKI sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup, peran bidan sangatlah penting dan strategis.
Srikandi Award ini diberikan kepada para wanita-wanita luar biasa yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan wanita di Indonesia.
Menjadi bidan membutuhkan dedikasi dan tanggung jawab besar karena 60 persen kelahiran di Indonesia adalah lewat bidan.
"Masing-masing kategori ini mencerminkan kenyataan akan kompleksitas peranan bidan di tengah masyarakat dan bagaimana inisiatif yang mereka jalankan telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat," ujar Presiden Director PT Sari Husada, Boris Bourdin dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Corporate Affairs and Legal Director PT Sari Husada Yeni Fatmawati menambahkan, bahkan tak jarang, mereka diminta melewati bukit-bukit, menaiki sampan, dan medan berat lainnya untuk sampai ke pasien mereka.
"Semoga cerita-cerita inspiratif para srikandi ini bisa menjadi harapan atas perbaikan kesehatan ibu dan anak di Indonesia di masa depan," tandas Yeni.
Srikandi Award adalah sebuah ajang tahunan tentang program pembinaan dan penghargaan terhadap bidan teladan dari pelosok Nusantara, hasil kerjasama PT Sari Husada dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mencari bidan terbaik di Indonesia yang mengajukan proposal, setelah melalui beberapa tahapan mentoring, monitoring, dan evaluasi program.
Setelah memilah proposal yang masuk dan melalui proses penjurian yang ketat, akhirnya dewan juri menetapkan tiga bidan yang berhak menyandang gelar sebagai bidan teladan dalam program Srikandi Award 2011.
Ketiga bidan teladan peraih penghargaan Srikandi Award 2010 itu terdiri dari tiga kategori, yaitu program tantangan budaya yang dimenangkan oleh bidan Meiryastuti dari Kabupaten Tebo, Jambi dengan kegiatan Merubah Adat di Tepian Batanghari.
Untuk kategori promosi kesehatan diraih oleh Bidan Dewi Susila dari Deli Serdang Sumatera Utara dengan program Menuju Generasi Sehat di Tanah Deli.
Sementara untuk kategori pemberdayaan ekonomi dimenangkan oleh Bidan Kesih dari Kec. Arjasari, Kab. Bandung dengan program Koperasi Bunda untuk Semua.
Prof. Dr. Nila Moeloek selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG's mengatakan, bidan yang terpilih adalah bidan inspirasional, bukan sekadar menolong persalinan, tetapi juga inovatif membentuk kelompok yang memberi manfaat bagi ibu dan bayi.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan, terdapat 228 kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup dan tercatat 31 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran.
Untuk mencapai target MDGs 2015, yaitu AKI sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup, peran bidan sangatlah penting dan strategis.
Srikandi Award ini diberikan kepada para wanita-wanita luar biasa yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan wanita di Indonesia.
Menjadi bidan membutuhkan dedikasi dan tanggung jawab besar karena 60 persen kelahiran di Indonesia adalah lewat bidan.
"Masing-masing kategori ini mencerminkan kenyataan akan kompleksitas peranan bidan di tengah masyarakat dan bagaimana inisiatif yang mereka jalankan telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat," ujar Presiden Director PT Sari Husada, Boris Bourdin dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Corporate Affairs and Legal Director PT Sari Husada Yeni Fatmawati menambahkan, bahkan tak jarang, mereka diminta melewati bukit-bukit, menaiki sampan, dan medan berat lainnya untuk sampai ke pasien mereka.
"Semoga cerita-cerita inspiratif para srikandi ini bisa menjadi harapan atas perbaikan kesehatan ibu dan anak di Indonesia di masa depan," tandas Yeni.
Srikandi Award adalah sebuah ajang tahunan tentang program pembinaan dan penghargaan terhadap bidan teladan dari pelosok Nusantara, hasil kerjasama PT Sari Husada dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mencari bidan terbaik di Indonesia yang mengajukan proposal, setelah melalui beberapa tahapan mentoring, monitoring, dan evaluasi program.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




