Golden Energy Perpanjang Fasilitas Pinjaman Dua Anak Usaha

Rabu, 7 Januari 2015 | 21:46 WIB
MS
FH
Penulis: Muhamad Edy Sofyan | Editor: FER
Ilustrasi pertambangan
Ilustrasi pertambangan (Istimewa)

Jakarta - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) resmi memperpanjang fasilitas pinjaman dua anak usaha perseroan yaitu GEMS Trading Resources Pte. Ltd dan PT Roundhill Capital Indonesia (RCI).

Corporate Secretary Golden Energy Sudin SH mengatakan, perjanjian kredit perseroan dengan GEMS Trading Resources Pte. Ltd berdasarkan Addendum ke-3 perjanjian kredit tanggal 5 Januari 2015.

"Sebelumnya perseroan dengan GEMS Trading Resources Pte. Ltd telah mengadakan perjanjian kredit tanggal 24 Oktober 2012 yang kemudian diubah berdasarkan Addendum tanggal 26 Juni 2013 dan Addendum kedua pada 24 Maret 2014," ungkap Sudin melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/1).

Sudin menjelaskan, plafon pinjaman yang diberikan kepada GEMS Trading Resources Pte. Ltd mencapai US$ 30 juta. Jangka waktu pinjaman yang seharusnya dari 24 Oktober 2012 sampai 31 Desember 2014, dengan adanya Addendum jangka waktu pinjaman menjadi 31 Desember 2015.

"Suku bunga pinjaman mencapai 8 persen per tahun, tujuan penggunaan untuk modal kerja GEMS Trading Resources Pte. Ltd," tulis dia.

Selain itu, perjanjian kredit perseroan dengan RCI berdasarkan Addendum perjanjian kredit tanggal 5 Januari 2015. Sebelumnya perseroan dan RCI telah mengadakan perjanjian kredit tanggal 24 Februari 2014.

"Plafon pinjaman mencapai USD10 juta, jangka waktu pinjaman yang seharusnya dari 24 Februari 2014 sampai 31 Desember 2014, dengan adanya Addendum jangka waktu pinjaman hingga 31 Desember 2015. Suku bunga pinjaman mencapai 8 persen per tahun dalam mata uang US$ dan 12 persen per tahun apabila pinjaman dalam mata uang Rupiah. Tujuan penggunaan untuk modal kerja RCI," papar Sudin.

Hingga akhir September 2014, penjualan Golden Energy mencapai Rp 3,61 triliun, meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,01 triliun. Namun laba bersih menurun menjadi Rp 80,03 miliar dari Rp 171,17 miliar. Hal ini dikarenakan naiknya sejumlah beban, termasuk beban penjualan meningkat menjadi Rp 779,94 miliar dari Rp 237,02 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon