"Slot" Penerbangan Dinilai Tidak Terkait dengan Kecelakaan Pesawat
Jumat, 9 Januari 2015 | 15:13 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Haryo meyakini slot penerbangan tidak ada kaitannya dengan kecelakaan AirAsia QZ8501 yang mengalami kecelakaan akhir Desember 2014 lalu.
Dirinya pun menyesalkan pihak pemerintah yang mempersoalkan masalah izin slot penerbangan AirAsia.
"Apa kalau berangkat tidak sesuai slot itu sudah pasti ada kecelakan? Tidak bisa. Makanya pemerintah tidak usah mempersoalkan slot terbang dulu. AirAsia hanya ketiban sial," kata Bambang Haryo, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1).
Mekanismenya, kata Bambang, penerbangan luar negeri adalah kewenangan Menhub. Kementerian tidak mungkin mengawasi perjalanan pesawat setiap saat. Itu sebabnya diserahkan ke Otorotas Bandara. Dengan catatan, Otoritas Bandara harus bekerja secara maksimal.
Bambang berharap, untuk kondisi saat ini tidak perlu saling menyalahkan. Hal itu dikarenakan yang salah sudah pasti pihak kementerian karena mempunyai kaki tangan yang tidak benar.
Jika kementerian mempersoalkan masalah slot penerbangan, tentu saja kesalahan berpangkal pada carut-marut birokrasi.
Dicontohkan, selama pemerintahan sebelum Jokowi, semua laporan penerbangan masuk ke Dirjen Perhubungan.
Namun, jika pada pemerintahan sekarang, apabila yang bersangkutan tidak melapor ke dirjen, berarti ada dugaan bahwa pemerintahan sekarang dianggap lemah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




