Lima: Kecil Kemungkinan Cicak vs Buaya Jilid II Kembali Terjadi
Jumat, 16 Januari 2015 | 04:05 WIB
Jakarta- Lingkar Masyarakat Madani (Lima) Indonesia menilai penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK tidak akan membuat perseteruan 'Cicak vs Buaya' kembali terjadi.
Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mendukung KPK.
"Kasus Cicak vs Buaya akan terjadi tetapi dalam skala yang berbeda. Ketegangannya tidak akan tinggi sebagaimana terjadi pada masa lalu," kata Direktur Lima Ray Rangkuti di Jakarta, Kamis (15/1).
Kasus Cicak vs Buaya adalah peseteruan antara KPK dan Polri pada masa kepemimpinan Antasari Azhar di KPK. Istilah Cicak vs Budaya muncul dari mantan Kabareskrim Susno Duadji. Istilah Cicak vs Buaya jilid II kembali mencuat saat KPK menetapkan mantan Kakrolantas Polri Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka kasus simulator SIM.
Ray memprediksi polri akan memberikan perlawanan menyusul penetapan Budi sebagai tersangka. Namun resistensinya tidak sekeras pada masa Susno Duadji. Alasannya, presiden tidak dalam posisi ikut serta menyerang KPK. "Jadi, pemerintah boleh disebut tidak akan mengganggu KPK," kata dia.
Alasan lainnya, internal polisi tidak tunggal dalam melihat kasus Budi. Sebagian dari mereka terlihat tidak merasa terganggu. Artinya, institusi kepolisian tidak merasa tersinggung. Dalam konteks ini, maka institusi kepolisian tidak akan bereaksi berlebihan seperti terjadi pada peristiwa sebelumnya.
"Pada tingkat tertentu, kasus Cicak vs Buaya memang akan lahir tapi dengan skala yang jauh lebih kecil. Keluarnya foto mesra Ketua KPK Abraham S dan dibuktikan adalah rekayasa menjadi langkah pertama serangan ke KPK yang gagal. Karena itu, KPK tak perlu takut," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




