Djarot Terjunkan Intel Tangkap Penipu Catut Namanya
Rabu, 28 Januari 2015 | 11:48 WIB
Jakarta - Semenjak dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, nama Djarot Saiful Hidayat marak dijadikan aksi penipuan.
Aksi penipuan mengatasnamakan Djarot terjadi di lingkungan Balai Kota DKI, bahkan satu media online hampir menjadi korbannya.
Oknum meminta sejumlah uang kepada korban bila ingin mendapatkan posisi yang menjanjikan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI atau agar Djarot mau datang ke acara tertentu.
Terhadap aksi penipuan tersebut, Djarot mengaku telah mendengar hal itu. Mantan Wali Kota Blitar menegaskan warga Jakarta, pegawai negeri sipil (PNS) DKI maupun pihak lain jangan percaya terhadap oknum yang meminta sejumlah uang yang mengatasnamakan dirinya.
"Saya mendapat laporan kalau ada oknum yang mengaku orang saya dan minta transfer uang ratusan juta supaya ditempatkan di BUMD. Saya tegaskan saya tidak kenal mereka dan mereka itu penipu," kata Djarot, Rabu (28/1).
Dia mengungkapkan sudah sering menghadapi aksi-aksi penipuan seperti itu. Ketika dia masih menjadi Ketua DPP PDI-P, namanya juga sering dicatut dalam aksi penipuan.
"Saya sudah mencium hal-hal yang seperti itu lah. Saya ini kan Ketua DPP PDI-P, di sana juga terjadi seperti ini. Sampai ada rekening atas nama saya. Padahal itu bukan saya," ujarnya.
Ditegaskannya, dia tidak pernah menjanjikan jabatan kepada siapapun. "Tidak ada janji semacam itu. Itu murni penipuan. Harus diselidiki," paparnya.
Mantan anggota DPR RI ini tidak terima namanya dijadikan oknum untuk menipu orang lain. Karena itu dia meminta warga Jakarta, PNS DKI mau pun pihak lain untuk bertindak waspada.
Jika ada oknum yang meminta uang mengatasnamakan dirinya, Djarot minta korban mencatat nomor telepon oknum tersebut. Kemudian laporkan kepadanya untuk segera ditindaklanjuti.
"Kalau ada, nomornya dicatat ya. Lalu laporkan ke saya, biar saya lacak orang itu," tegasnya.
Isu tersebut sudah merebak selama sepekan terakhir ini. Menurutnya, ada orang yang sengaja mencari untung dengan cara menipu orang lain. Ia mengimbau agar warga ataupun lembaga yang mendapatkan kasus serupa segera melaporkan kepadanya.
Untuk melacak oknum aksi penipuan, Djarot pun menurunkan tim intelijen untuk menangkap oknum tersebut. Supaya korban tidak bertambah banyak dan memberi efek jera bagi si penipu dan oknum lain yang mencoba melakukan hal yang sama.
"Itu penipuan. Tidak benar sama sekali saya melakukan hal itu. Pesan saya kepada masyarakat jangan tertipu. Kalau bisa jebak dia, supaya kita tangkap. Saya akan terjunkan tim intelijen untuk tangkap penipu itu," jelasnya.
Kabar yang berembus di Balaikota DKI saat ini adalah adanya sejumlah oknum yang mengaku dekat dengan Djarot dan menawarkan posisi tertentu di BUMD DKI.
Seorang PNS yang ditawarkan posisi di BUMD DKI mengaku harus setor Rp 300 juta. Oknum yang menawarkan posisi tersebut mengaku sangat dekat dengan Djarot.
"Iya, saya ditawarkan posisi di salah satu BUMD DKI asal setor Rp 300 juta," ujar PNS yang enggan disebutkan namanya.
Seorang penipu juga berupa meminta sejumlah uang kepada sebuah media online. Saat Djarot dijadwalkan akan berkunjung ke media online tersebut, ada seorang yang menelpon kantor redaksi mengaku bernama Usman.
Dia meminta agar redaksi mentransfer sejumlah uang atas kedatangan Djarot. Padahal setelah dikonfirmasi, Djarot tidak bisa datang karena sakit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




