Kisruh APBD, Perjuangan Basuki Dinilai Prorakyat
Jumat, 27 Februari 2015 | 12:53 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertahankan sikap dan tindakannya dalam kasus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta karena ia benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat Jakarta.
Basuki boleh dinilai DPRD Jakarta mengabaikan aspek prosedural dalam kasus APBD, tetapi ia lebih mementingkan hal substansial dari APBD yakni anggaran yang rasional, bukan mengada-ada.
Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng, kepada SP, Jumat (27/2) pagi.
Endi menilai perseteruan antara Basuki dengan DPRD DKI dalam hal APBD terdiri dua aspek yakni pertama, aspek prosedural.
DPRD menilai Basuki memasukkan draf APBD ke Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dengan mengabaikan masukan DPRD DKI Jakarta. Padahal Basuki berpendapat masukan DPRD itu ada setelah RAPBD disahkan pada tanggal 27 Januari 2015.
Kedua, aspek subtantif yakni isi dari APBD DKI Jakarta di mana Basuki mempersoalkan adanya dana siluman dari APBD sebesar Rp 12,1 triliun. "Di sinilah ia dinilai sangat prorakyat," kata Endi.
Contoh lain, Basuki benar-benar prorakyat, kata Endi, anggaran dalam APBD DKI 2015 guna pembelian perangkat uninterruptible power supply (UPS) untuk seluruh kantor kecamatan dan kelurahan di Jakarta Barat senilai Rp 4,2 miliar.
Walaupun demikian, Endi tak menuduh yang memainkan dana siluman adalah DPRD. Oleh karena itu, ia mendukung proses angket yang dilakukan DPRD ini diteruskan agar semua rakyat Indonesia terutama rakyat Jakarta tahu, yang benar itu siapa.
"Apakah Basuki atau DPRD. Yang memasukkan draf sehingga adanya dana siluman itu Banggar DPRD atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta. Dari angket ini kita tahu siapa yang main skandal," kata Endi.
Ketika ditanya apakah hak angket yang digelar DPRD Jakarta bisa memakzulkan Basuki, Endi mengatakan, tidak yakin bisa memakzulkan Basuki.
"Saya yakin Basuki benar dengan langkahnya. Tapi tak apa-apa dengan angket ini, kita tahu siapa yang benar," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




