Polisi Telusuri Penyebar Pesan "Hoax" Daerah Rawan Begal
Jumat, 27 Februari 2015 | 14:58 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya menegaskan, pesan via Blackberry message (BBM) atau short message service (SMS) terkait wilayah rawan begal, yang berasal dari Polri hanya merupakan kabar bohong alias hoax. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tengah menelusuri asal broadcast tersebut.
"Terkait SMS atau broadcast itu, Ditreskrimsus sedang melakukan patroli (cyber) untuk menyelidik pelakunya. Kalau saya lihat SMS itu, disebutkan tempat-tempat kerawanan, padahal tempat itu aman. Itu meresahkan masyarakat dan Ditreskrimsus sedang lidik," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/2).
Sementara itu, juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, menegaskan, jika pesan itu merupakan kabar bohong atau hoax.
"Terkait broadcast-broadcast itu hoax. Tidak benar ada info kawasan rawan begal," ungkapnya.
Ia menyampaikan, memang ada pesan berantai dari Polri, berisi daerah-daerah rawan pembegalan yang belakangan merebak di masyarakat. Namun itu semua tidak benar, alias hoax.
"Kalau ada dari Kadiv Humas Polda Metro Jaya, dipastikan bukan dari saya. Karena, jabatan saya Kabid Humas Polda Metro Jaya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, pesan hoax melalui BBM dan SMS terkait lokasi-lokasi rawan begal di Jakarta dan sekitarnya, yang mengatasnamakan petinggi Polri, seperti mantan Kapolri Jenderal Sutarman dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul.
Selain itu, ada juga pesan-pesan yang mengatasnamakan kepolisian di daerah masing-masing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




