Produksi Padi Bali Turun 2,74%

Sabtu, 7 Maret 2015 | 12:28 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah pekerja menjemur gabah
Sejumlah pekerja menjemur gabah (Antara/Dedhez Anggara)

Denpasar - Produksi gabah kering giling (GKG) Bali berdasarkan angka sementara pada 2014 turun sebanyak 24.148 ton atau 2,74 persen dibandingkan 2013 akibat berkurangnya luas lahan panen.

"Menurunnya produksi padi itu akibat berkurangnya luas panen sebagai dampak dari pengaruh musim kemarau tahun lalu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Sabtu (7/3).

Ia mengatakan secara total pada 2014 Bali memproduksi 857.944 GKG. Penurunan produksi padi itu terjadi pada subround II yakni Mei- Agustus 2014 sebanyak 9.325 ton GKG atau 3,49 persen dan subround III (September-Desember) sebanyak 21.819 ton GKG (6,73 persen).

Sedangkan pada subround I periode Januari-April 2014 justru terjadi kenaikan sebesar 6.996 ton GKG atau 2,41 persen.

Menurut Panusunan, penurunan luas lahan panen yang mengakibatkan penurunan produksi terjadi secara merata pada delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Namun, tambah dia, penurunan produksi padi yang relatif tinggi terjadi di Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali, akibat berkurangnya lahan sebesar 8.571 hektare atau turun 11,48 persen.

Di Bali selama 2014 terjadi tanaman padi puso seluas 807 hektare atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seluas 54 hektare. Di Kabupaten Tabanan yang selama ini dikenal sebagai daerah "gudang beras" mengalami puso tertinggi mencapai 430 hektare.

Kekeringan atau musim kemarau, menurut Panusunan, juga berpengaruh terhadap mundurnya masa tanam dan musim panen sekitar satu bulan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon