Terlambat Panas, Alasan Praveen/Debby Gagal ke Final

Sabtu, 7 Maret 2015 | 23:30 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto (PBSI)

Birmingham - Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto mengakui bermain kurang maksimal ketika dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei di babak semifinal All England. Alhasil, mereka menyerah dua gim dengan skor 21-15 dan 21-10.

"Hari ini permainan saya kurang keluar. Dari gim pertama sudah ditekan duluan sama Zhang/Zhao. Selanjutnya pengen nyoba-nyoba tetap tertekan terus," kata Praveen.

Di gim pertama, Praveen/Debby langsung tertinggal 4-8 dari Zhang/Zhao. Ketertinggalan mereka semakin jauh di angka 11-20. Praveen/Debby sempat mencuri empat angka berturut-turut menjadi 15-20. Sayang akhirnya mereka tak bisa menyusul terlalu jauh lagi, Praveen/Debby kalah 15-21.

"Kami kurang puas dengan permainan hari ini, kami telat panasnya. Di gim pertama saja kami baru bisa keluar pas ketinggalan 11-20. Jadinya sudah susah mengejar lagi," kata Debby.

Tekanan seakan tak bisa lepas dari pasangan yang kini menghuni rangking 13 dunia itu. Tertinggal 8-11 di interval, mereka lagi-lagi kehilangan angka terlalu banyak dalam satu kali perpindahan bola. Mereka pun akhirnya harus merelakan tiket final setelah kalah 10-21 di gim kedua.

Praveen/Debby dan Zhang/Zhao sudah tiga kali berhadapan. Sejauh ini hasil pertemuan selalu dimenangkan oleh Zhang/Zhao. Terakhir mereka berhadapan di Yonex Denmark Open 2014. Saat itu Praveen/Debby kalah 15-21 dan 20-22.

"Kami sudah beberapa kali bertemu dengan mereka. Di pertandingan hari ini kami merasa, harusnya bisa lebih baik. Tapi ternyata kami terus mendapat tekanan di lapangan. Kaki saya juga di awal terasa lambat untuk memulai," tutur Praveen.

Meskipun tidak puas dengan penampilan mereka kali ini, Praveen/Debby mengaku tetap bersyukur. Capaiannya di Yonex All England Open tahun ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Tahun lalu, Praveen/Debby harus angkat koper lebih awal. Keduanya kalah di babak kualifikasi melawan Mads Pieler Kolding/Kamilla Rytter Juhl, Denmark, 12-21 dan 14-21.

"Terus terang kami tidak puas dengan hasil hari ini. Tapi apapun itu tetap kami syukuri. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi," tutup Debby.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon