Ali Mochtar Minta Polisi Periksa Yorrys Raweyai

Kamis, 12 Maret 2015 | 16:20 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin (Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar versi Munas Bali, Ali Mochtar Ngabalin, meminta polisi memeriksa Waketum Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorrys Raweyai. Ali menduga Yorrys menjadi dalang penyerangan terhadap dirinya yang terjadi saat rapat konsultasi DPP Partai Golkar, di Hotel Sahid, Selasa (10/3).

Sebelumnya diketahui, Ali diduga dipukul seseorang bernama Roger Trianto Meles yang menggunakan tongkat besi. Menurut Ali, diduga kuat Yorrys berada di balik penyerangan tersebut. Soalnya, sekitar 90 menit sebelum penyerangan terjadi, dirinya dan Yorrys sempat bersitegang dalam acara dialog di sebuah televisi.

Yorrys yang berada di stasiun televisi itu, mengancam akan mencari dan menemui Ali. Saat itu, Ali melakukan dialog melalui sambungan telepon.

"Tindakan kekerasan tidak boleh (dilakukan) dalam dialog dan argumentasi. Kalau acara di TV Yorrys kalah, maka cari tempat lain biar tidak live, supaya memberikan argumen. Jadi, jangan pakai cara kekerasan. Ini jadi pelajaran untuk kebebasan berpendapat," ujar Ali, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/3).

Dikatakan Ali, selain mengancam, diduga Yorrys juga mengeluarkan pernyataan bernada SARA. "Saya harus datang ke polisi supaya cepat menangani kasus ini agar jangan sampai keliru. Kalau keliru bisa dibikin panjang. Biar (prosesnya) berjalan di kepolisian, supaya orang tidak (bisa) seenaknya bertindak," tegas Ali.

Ali mengakui dalam laporan ke Polisi, dirinya melaporkan Yorrys. "Dalam BAP saya laporkan dia. Karena, kuat indikasinya, (peristiwa penyerangan itu) terjadi 1 jam 30 menit (kemudian). Dia (Yorrys) kehabisan argumentasi. Sudah pernah dia lawan saya, belum kapok-kapok. Kalau berhadapan dengan saya, dia hilang akal. Saya ingin berhadapan, jangan menggertak. Saya minta dia (Yorrys) diperiksa. Saya tidak akan mundur satu langkah pun menghadapinya," tandasnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan, pada saat Roger menyerangnya, dirinya tidak membalas. "Saya tidak membalas atau memukul. Saya menyelamatkan diri, menangkis dan menghindar. Kalau saya dilaporkan, ini terbalik-balik jadinya," katanya.

Disinggung soal bagaimana Roger dapat berada di ruang rapat konsultasi tersebut, Ali menjelaskan, acara itu memang bersifat terbuka. "Ini acara konsultasi nasional. Pintu terbuka. Bukan eksklusif acara Golkar," terangnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon