Perundingan Dokumen Hasil KAA Dilakukan di New York
Kamis, 12 Maret 2015 | 18:11 WIB
Jakarta - Proses perundingan dokumen hasil (output documents) Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika atau KAA bulan April mendatang akan dilakukan di New York dengan dipimpin oleh Perutusan Tetap RI di Perserikatan Bangsa-bangsa. Diharapkan, proses pembahasan bisa selesai hingga 90 persen sehingga tinggal proses finalisasi saja saat dibawa ke Jakarta.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan Kota New York dipilih karena seluruh anggota KAA memiliki perwakilan di sana. Dokumen hasil KAA sebanyak tiga buah, yaitu adalah Bandung Message (Pesan Bandung), upaya untuk mengintegrasikan ulang kemitraan Asia Afrika, dan deklarasi Palestina.
"Diupayakan semaksimal mungkin adanya kesepakatan dalam dokumen tersebut. Ada beberapa elemen yang tidak dapat disepakati teknis sehingga perlu ada keputusan politis baik tingkat menteri dan kepala negara, sehingga nanti dilakukan di Jakarta," kata Arrmanatha atau biasa disapa Tata.
Tata menjelaskan Pesan Bandung berisi satu visi kerja sama ke depan Asia Afrika yang akan dielaborasi secara konkrit dan global. Ada tiga pilar yang mendasari kerjasama kawasan ini yaitu solidaritas politik, kerjasama ekonomi, dan hubungan sosial budaya.
Untuk kemitraan Asia Afrika, perwakilan negara-negara akan membahas kerja sama dalam berbagai bidang seperti keamanan pangan dan pariwisata. Sedangkan, deklarasi Palestina adalah dukungan politis untuk kemerdekaan Palestina.
Direktur Kerjasama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Benyamin Carnadi, mengatakan perundingan di New York sedapat mungkin bisa selesai hingga 90 persen.
"Di Jakarta jadi tinggal fine tuning," kata Benyamin.
Dia mengungkapkan Kemlu mengucurkan anggaran sebesar Rp 70 miliar untuk KAA. Pelaksanaan KAA digelar di dua kota yaitu Jakarta dan Bandung. Namun, sejauh ini jumlah peserta yang sudah mengonfirmasi kehadiran di KAA masih minim yaitu baru 17 negara dari total 109 negara yang diundang.
Oleh karena itu, menurutnya, Presiden Jokowi sudah mengirimkan utusan khusus ke sejumlah negara kunci untuk memastikan kehadiran kepala negaranya.
"India, Arab Saudi, Mesir, mereka (utusan) sedang berkunjung ke sana," ujarnya.
KAA akan digelar dengan sejumlah pertemuan mulai dari tingkat pejabat tinggi, pebisnis, hingga kepala negara. Puncak peringatan KAA akan diadakan di Bandung pada 24 April 2015 berisi napak tilas ke sejumlah lokasi bersejarah KAA tahun 1955.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




