Kemkominfo Diminta Blokir Penyebaran Video ISIS
Selasa, 17 Maret 2015 | 19:47 WIB
Jakarta - Menyusul munculnya video yang disebut disebarkan oleh Islamic States of Iraq and Syria (ISIS) dan di dalamnya terdapat anak-anak yang diklaim anak Indonesia, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, meminta video tersebut dihapus.
"Nanti kita kordinasikan dengan (Kementerian) Kominfo," kata Marciano di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3).
Marciano mengatakan ISIS dan aliran garis keras lain memang bisa menggunakan media untuk mengintimidasi pihak-pihak yang mereka anggap memusuhinya termasuk memanfaatkan anak-anak. Namun upaya penekanan itu menurut dia bisa direspon dengan tidak menyebarkan pesan-pesan ISIS yang membuat masyarakat resah.
"Itu upaya untuk menekan mereka yang menyerang ISIS. Kalau kamu teruskan, kita akan lakukan ini, saya lakukan ini, itu bentuk propaganda mereka," katanya.
Sementara Wakapolri Badrodin Haiti juga menilai video-video sejenis layak diblokir oleh Kemkominfo.
Mengenai keberadaan warga Indonesia di Suriah untuk bergabung dengan ISIS, Badrodin mengakui tak mudah untuk mendeteksinya karena tujuan perjalanan ke Timur Tengah dianggap wajar. Namun pihak berwajib tetap akan mengidentifikasi apabila ditemukan rencana perjalanan WNI tertentu yang mencurigakan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




