Jokowi Puji Penangkapan Teroris di Poso

Senin, 6 April 2015 | 19:18 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Jenderal TNI Moeldoko
Jenderal TNI Moeldoko (Antara/M Agung Rajasa)

Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan respon positif atas efek gentar dan penangkapan yang disebut teroris oleh TNI dan Kepolisian dan Poso.

Jokowi meminta pemberantasan kelompok-kelompok radikal dilanjutkan.

"Bagus (respon presiden), dilanjutkan, Beliau terimakasih. Ditindaklanjuti terus. Intinya negara tidak memberi toleransi, tidak memberikan tempat kepada kelompok-kelompok radikal," demikian disampaikan Moeldoko di kantor presiden, Jakarta, Senin (6/4).

Hari ini Panglima TNI Moeldoko dan Wakapolri Badrodin Haiti melaporkan kepada presiden perkembangan aksi TNI dan Polri di Poso.

Sebelumnya, Daeng Koro yang disebut polisi sebagai gembong teroris paling dicari, tewas dalam penyergapan tim Satgas Anti Teror di Poso oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri di pegunungan Sakina, Sulawesi Tengah.

Moeldoko menyampaikan kepada presiden bahwa kerja sama TNI dan Polri selama ini berjalan dengan baik. Kemudian penempatan personel TNI dan Polri di sana diyakini secara psikologis akan memberi efek gentar bagi kelompok teroris seperti kelompok Santoso.

"TNI datang ke sana sudah pasti secara psikologis kelompok Santoso ini pasti enggak nyaman. Kan turun (TNI), Kepolisian bisa banyak berbuat di sana. Perlu dikembangkan sinergi seperti itu. Semua disertir yang kita buru itu, walau sudah pecat kita buru, ditangkap masukkan ke penjara," katanya.

Sementara Daeng Koro dibenarkan Moeldoko merupakan mantan anggota Kopassus dan dengan keahlian. TNI kata dia akan terus mencari para pelaku teror dengan latar belakang yang sama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon