Disdik Dukung Kepsek Laporkan EO Pesta Bikini ke Polisi
Selasa, 28 April 2015 | 16:16 WIB
Jakarta - Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mendukung pihak sekolah yang dicatut namanya terkait perhelatan pesta bikini siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), bertajuk "Splash After Class", untuk membuat laporan polisi.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Fathurin Zen, mengatakan pihak Divine Production yang merupakan event organizer (EO) perhelatan itu, memang telah meminta maaf. Namun, surat yang disampaikan tidak serius karena tidak ada yang bertanggung jawab.
"Kemarin mereka (Divine Production) sudah meminta maaf, cuma permintaan maafnya tidak serius. Pertama kop surat tidak ada, di mana alamatnya, tanda tangan tidak ada. Jadi rasanya tak serius," ujar Fathurin, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/4).
Dikatakan Fathurin, pihaknya tidak ikut melaporkan, namun mendukung pihak sekolah membuat laporan polisi.
"Legal standing-nya kepala sekolah, jadi kita tidak ikut melaporkan karena yang dirugikan secara langsung sekolahnya. Dan kami didukung pimpinan kami, gubernur, kepala dinas, untuk mendampingi mereka," ungkapnya.
Ia menyampaikan, ada delapan kepala sekolah yang saat ini tengah membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.
"Ada delapan yang hadir. Yang melaporkan kepala sekolah karena itu tanggung jawab moral dia, supaya sekolah itu citranya bagus jangan hanya karena persoalan beberapa saat lalu menjadi rusak nama baiknya. Kami support saja, tidak melaporkan karena posisinya memang mereka yang secara langsung dirugikan. Sebagai atasan kami dukung apa yang dilakukan," bilangnya.
Menurutnya, pihak sekolah meminta supaya pihak Divine Production bertanggung jawab.
"Setidaknya ada tuntutan, minimal meminta maaf secara terbuka karena bukan hanya sekolah yang disakiti dalam artian guru dan siswa saat ini, tapi juga alumni mereka yang sudah tersebar di mana-mana. Mereka tahu dan mereka kaget dengan kondisi seperti ini," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




