Reliance Securities Dapat Investasi US$ 45 Juta

Selasa, 28 April 2015 | 20:54 WIB
HA
FB
Logo Reliance Indonesia
Logo Reliance Indonesia (relianceindonesia.com)

Jakarta - Tiga perusahaan pengelola dana(private equity firm/PE) asing, LeapFrog Investments bersama dengan FMO(Bank Pembangunan Belanda) dan PartnerRe menginvestasikan US$ 45 juta (Rp 582,12 miliar) ke Reliance Capital Management (RCM)..

"Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap Reliance, juga kepada potensi industri pelayanan finansial di Indonesia," kata Presiden Direktur dan pendiri Reliance Anton Budidjaja, hari ini.

Dia mengatakan dengan adanya suntikan dana segar tersebut ketiganya bakal menjadi pemegang saham minoritas perseroan. Namun, Anton enggan menyebutkan persentase kepemilikannya.

"Total dari ketiganya kecil sekali, saya tidak bisa sebut angkanya minoritas yang jelas. Nanti akan di konversikan jadi saham saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) RCM. Karena kami ada rencana ke sana juga," ujar Anton.

Anton mengatakan dirinya yakin LeapFrog, FMO, dan PartnerRe dapat memberikan pengalaman dan skill yang baik untuk membangun Reliance. "Kami sangat senang bekerjasama dengan mereka untuk memperluas industi pelayanan finansial kepada masyarakat Indonesia yang belum memiliki manfaat dari pelayanan finansial"

Anton menambahkan investasi ini akan membantu Reliance menjangkau masyarakat kelas menengah Indonesia yang sedang bertumbuh dengan sangat cepat.

Lebih lanjut, Anton memaparkan RCM bergerak di industri keuangan atau yang dikenal dengan industri padat modal. Sehingga, RCM bakal segera mengalokasikan dana tersebut untuk menambah permodalan di Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE), menunjang infrastruktur serta memperkuat unit bisnis lainnya.

"Sebagian besar untuk perbankan yaitu Rp 400 miliar. Di sini kami konteksnya bukan cuma untuk menambah kepemilikan di BKE tapi juga bagaimana caranya bisa meningkat ke BUKU II," ujar Anton.

Kepala LeapFrog Asia Tenggara Michael Fernandes mengatakan, "Kami optimis dengan kemampuan Reliance dan kemampuannya untuk mengatasi potensi pasar Indonesia yang besar"

CIO FMO Linda Broekhuizen mengatakan fasilitas ini akan membantu Reliance berkontribusi untuk menyediakan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Sebelumnya, perseroan melalui Reliance Securities telah mendeklarasikan niatannya untuk menuntaskan rencana menguasai 40 persen kepemilikan saham BKE pada Kuartal III-2015. Untuk itu, Reliance Securities tengah menggelar penawaran umum terbatas (PUT) I kepada para pemegang saham perseroan.

Reliance Securities menerbitkan 900 juta saham baru melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Saham baru tersebut dibanderol seharga Rp 445 per saham. Sehingga perseroan mampu menghimpun sebanyak-banyaknya Rp 400,5 miliar yang digunakan untuk menuntaskan akusisi BKE.

Managing Director RCM Jurgantara Usman mengatakan RCM telah siap menjadi pembeli saham siaga. Adapun sumber dana berasal dari dana segar ketiga PE asing tersebut.

"Nanti dari rights issue kepemilikan RCM bisa bertambah menjadi maksimal 80 persen, karena sampai saat ini kami posisinya msih belum tahu publik akan beli berapa," papar Jurgan.

Saat ini, saham BKE dimiliki oleh Reliance Securities, Induk Koperasi Pegawai Republik (IKPRI), PT Recapital Advisors, dan PT Taspen. Adapun mayoritas portofolio kredit Bank Kesejahteraan berasal dari koperasi yakni sebesar 98 persen. Sisanya, berasal dari kredit umum.

Senada dengan Anton, Jurgan mengatakan pasca menjadi pemegang saham pengendali perseroan berkomitmen meningkatkan kinerja Bank Kesejahteraan. Jurgan menambahkan Reliance Securities akan meningkatkan ekuitas Bank Kesejahteraan hingga 112 persen. Saat ini ekuitas Bank Kesejahteraan masih berada di kisaran Rp 330 miliar

"Sekarang memang belum besar ekuitasnya masih masuk kategori BUKU I. Nanti kita akan pacu sampai Rp 600-700 miliar sehingga tergolong BUKU II bahkan III, dalam waktu lima tahun. Setelah itu bisa saja ada peluang go public," ungkap dia.

Hingga kini, Bank Kesejahteraan tercatat menguasai sekitar 20 persen atau sebanyak 2.220 kredit koperasi dari jumlah total koperasi yang mencapai 10.800 koperasi. "Potensi itu yang mau kita gali setelah kita masuk dengan 40 persen kepemilikan saham. Karena selama ini Bank Kesejahteraan selalu terkendala modal," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon