Kemlu Belum Terima Notifikasi Pemanggilan Dubes Australia
Rabu, 29 April 2015 | 12:24 WIB
Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir mengatakan, eksekusi mati dua gembong narkoba asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang sudah dilaksanakan Rabu (29/4) dini hari, diharapkan tidak merusak hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang sudah terjalin sejauh ini.
Terkait pemanggilan duta besar (dubes) Australia di Indonesia oleh Perdana Menteri (PM) Tony Abbott, dia mengatakan, Kemlu belum mendapatkan notifikasi resmi melainkan baru sebatas mendengar dari media.
"Saat ini kita belum mendapatkan notifikasi resmi dari Pemerintah Australia. Tentunya kita memandang Australia suatu negara penting dalam hubungan bilateral indonesia dan kita juga yakin bahwa Australia memandang Indonesia sebagai negara yang penting di kawasan ini. Oleh karena itu hubungan baik antar kedua negara sangat dibutuhkan," kata Arrmanatha saat ditemui wartawan di Gedung Kemlu, Jakarta, Rabu (29/4).
Menurut Arrmanatha, pemanggilan dubes merupakan hal yang wajar dan hak negara pengirim yakni Australia.
"Kita bisa mengerti langkah yang dilakukan Australia. Namun demikian, kita tetap berharap bahwa hub bilateral antara Australia dengan Indonesia tetap baik seperti yang selalu disampaikan Ibu menteri luar negeri dan Bapak Presiden bahwa kita berharap meningkatkan hubungan baik antara kedua negara," katanya.
Dia mengatakan eksekusi mati warga Australia tidak akan mengubah upaya perlindungan WNI di Australia. Pemerintah Indonesia, ujarnya, tetap mengupayakan semaksimal mungkin untuk melindungi warganya di luar negeri.
"Kita terus meminta agar WNI kita di sana selalu menjaga sikap, mengikuti aturan yang berlaku di sana, menghormati hukum yang ada di sana. Dan apabila mereka membutuhkan bantuan baik itu dari KBRI (Kedutaan Besar RI) atau Konjen (Konsulat Jenderal) di sana, kita mohon mereka bisa langsung menghubungi perwakilan kita di sana," kata Arrmanatha.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




