Mendes Minta Kades Se-HST Optimalisasikan Dana Desa

Minggu, 3 Mei 2015 | 21:54 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar (Suara Pembaruan/Marsel Rombe)

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Marwan Ja'far bertemu para Kepala Desa dan jajaran pejabat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) di Pendopo Kabupaten, Minggu (3/5) malam. Pada pertemuan ini, Mendes meminta para kepala desa menyiapkan rencana optimalisasi dana desa yang pencairannya tinggal menunggu proses administrasi.

"Untuk mencairkan dana desa, harus disiapkan minimalkan tiga hal, RPJMDes, RKPDes, dan APBDes. Yang belum penuhi, segera penuhi. Tadi disebutkan Bupati Bahwa dana desa dari APBN untuk Kabupaten ini sekitar Rp 41 miliar. Ini akan dibagikan 161 desa yang ada di sini. Gunakan seoptimal mungkin untuk membangun desa, silahkan atur sesuai dengan kebutuhan desa masing-masing, termasuk membuat BUMDes," ujar Mendes dalam pernyataan resminya, Minggu (3/5) malam.

Pada kesempatan ini, Mendes juga mengingatkan agar para Bupati untuk segera mengeluarkan Peraturan Bupati soal pengelolaan dana desa. Sehingga proses pencairan dana desa oleh Kementerian Keuangan segera bisa dilakukan.

"Besaran dana desa yang akan diperoleh tiap desa tergantung pada empat juklak, yakni jumlah penduduk, luas wilayah, kesulitan geografis, dan kemiskinan. Tapi, jika rata-rata setiap desa akan mendapatkan antara Rp 240 juta sampai Rp 280juta," tambah Marwan yang juga merupakan politisi PKB ini.

Kabupaten HST yang ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam dari Bandara Syamsudin Noor, merupakan daerah pertama yang dikunjungi Mendes pada hari pertama dari dua ahari blusukannya ke Kalsel.

Ini merupakan pertama kali Marwan mengunjungi Kalsel setelah mengemban amanah menjadi Mendes.

Bupati HST, Harun Alrasyid berharap, Mendes bisa membantu wilayah yang dipimpinnya untuk memperkuat sektor pertanian. "Sebab, masyarakat kabupaten ini mayoritas adalah petani. Dengan produksi 220.000 ton padi per tahun, kita sudah surplus dan sudah dua tahun mendapatkan Adikarya Pangan dari Pemerintah Pusat. Mendes harus memperkuat sektor ini," jelas Bupati.

Di HST, selain bertemu dengan Bupati dan Kepala Desa, Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini terlebih dahulu menemui dan bersilaturahmi dengan KH. Muhtar, pimpinan Pondok Pesantren Pamangkih yang merupakan salah satu pesantren berpengaruh di wilayah tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon