Gubernur Jateng Harap Kebakaran Pasar Johar Jadi Pelajaran
Minggu, 10 Mei 2015 | 21:03 WIB
Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kebakaran Pasar Johar Semarang yang terjadi Sabtu (9/5) malam seharusnya menjadi pelajaran untuk menjaga dan memelihara instalasi listrik dan hidran air. Hal itu mengingat banyak kebakaran pasar tradisional di sejumlah tempat terjadi akibat korsleting listrik. Hidran air yang mati dan sulitnya akses pemadam kebakaran membuat kebakaran pasar sulit dipadamkan.
"Ini harus jadi pelajaran kita semua. Cek instalasi listrik dan hidran secara rutin, kalau perlu per tiga bulan. Kalau ada yang perlu diganti segera diganti," tegas Ganjar usai meninjau kebakaran Pasar Johar, Minggu (10/5).
Dia meminta pemerintah kabupaten/kota untuk belajar dari kebakaran Pasar Klewer Solo dan Johar Semarang.
Menurutnya, revitalisasi pasar tradisional pun tidak bisa sembarangan. Ganjar meminta pemda untuk bekerja sama dengan PLN dan dinas pemadam kebakaran setempat. Dalam mendesain bangunan, harus memperhatikan akses kendaraan pemadam kebakaran.
"Tata kelola pasar diperhatikan, kerja sama dengan PLN untuk cek instalasi listriknya. Koordinasi dengan Damkar agar mobil pemadam tidak sulit masuk," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah armada truk untuk mengangkut barang-barang milik pedagang ke Pasar Rejomulyo yang dijadikan tempat penyimpanan sementara. Pemkot juga berencana mengajukan keringanan kepada bank untuk pedagang Pasar Johar.
Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Pemkot saat ini sedang melakukan invetarisasi barang-barang milik para pedagang yang terbakar. Pihaknya juga sedang menghubungi pihak bank untuk meminta keringanan jika pedagang Pasar Johar memiliki utang.
"Kami akan meminta bantuan supaya dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan, bank tidak meminta angsuran kepada pedagang," ujarnya.
Dia juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menandatangani kondisi tanggap darurat bencana. Surat itu mengalokasikan anggaran untuk penanganannya perbaikan Pasar Johar Semarang. Untuk sementara, para pedagang direlokasi ke Pasar Rejomulyo dan Pasar Bulu.
"Persoalan anggaran tidak ada masalah, berapapun yang diperlukan untuk perbaikan akan kami alokasikan bila disetujui oleh Dewan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




