ABM Investama Siapkan "Capex" US$ 200 Juta
Rabu, 13 Mei 2015 | 09:23 WIBJakarta– Perusahaan batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) menyiapkan US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Capex akan digunakan untuk investasi pembangkit tenaga listrik dan kontraktor tambang.
Manajemen ABM mengungkapkan, pihaknya akan mempercepat pembangunan proyek-proyek pembangkit listrik (independent power plant/IPP) jangka panjang. Selain itu, perseroan juga terus mencari peluang untuk pertumbuhan anorganik, atau akuisisi.
"Di sektor kontraktor tambang, kami akan melakukan diversifikasi ke pertambangan non-batubara serta peluang pasar di bisnis non pertambangan," tulis manajemen ABM dalam materi paparan publik di Jakarta, baru-baru ini.
Sementara itu, ABM juga berencana untuk memperluas pasar tambang batu bara, melanjutkan diversifikasi basis pelanggan di sektor hilir, serta eksplorasi peluang bisnis logistik yang potensial.
Strategi ini diharapkan menopang target kinerja perseroan selama 2015. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 – 15 persen, seiring kenaikan harga batu bara thermal dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan demikian, ABM berpotensi mengantongi pendapatan sebesar US$ 795 juta – 832,1 juta. Pada saat yang sama, EBITDA juga ditargetkan tumbuh 10 persen– 15 persen.
Lebih jauh, manajemen ABM mengatakan, target kinerja perseroan juga akan ditopang oleh penjualan batu bara. PT Tunas Inti Abadi (TIA), anak usaha perseroan, diharapkan menjual 5,5 juta ton batu bara, sedangkan PT Mifa Bersaudara (MDB) 1 – 3 juta ton batu bara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




