BPOM Pantau Peredaran Beras Plastik di Bengkulu
Kamis, 21 Mei 2015 | 16:47 WIB
Bengkulu - Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu melakukan pemantuan peredaran beras plastik di sejumlah pasar di daerah ini.
"Kita sejak beberapa hari melakukan pemantuan peredaran beras plastik di Bengkulu. Kita juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Disperindag, Bulog dan Badan Ketahanan Pangan guna mengantisipasi beras ini beredar di Bengkulu," kata Kepala BPOM Bengkulu Zulkifli, di Bengkulu, Kamis (21/5).
Dari pantuan yang dilakukan BPOM Bengkulu, sampai sekarang belum ditemukan beras sintetis beredar di daerah ini. Namun demikian, tetap diwaspadai beras tersebut di daerah ini.
Sebab, tidak menutup kemungkinan beras sintesis ini masuk ke Bengkulu. Hal itu karena jalur angkutan darat dari Jawa ke Bengkulu cukup lancar.
Zulkifli mengatakan, dampak buruk mengonsumsi beras sintesis jangka pendek muntah dan diare. Sedangkan jangka panjang bisa terjangkit kanker. "Jadi, dampak dari beras sintesis sangat berbahaya bagi kesehatan manusia," ujarnya.
Romli (47), salah seorang pedagang beras di Kota Bengkulu mengatakan, beras yang dijualnya sekarang semuanya berasal dari hasil panen petani lokal.
Sebab, para petani di sejumlah kabupaten di Bengkulu, saat ini tengah melaksanakan panen raya padi. Sebagian dari hasil panen itu dijual ke pedagang di Kota Bengkulu.
"Saya jamin beras yang dijual berasal dari hasil panen petani di Bengkulu. Sampai sekarang saya belum mendapat informasi ada beras plastik beredar di Bengkulu," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




