BPI 2015 Angkat 9 Perawatan Kecantikan Tradisional

Kamis, 28 Mei 2015 | 19:26 WIB
KT
YD
Penulis: Kharina Triananda | Editor: YUD
Dari kiri-kanan: Patricia M. Priyatna (Project Director BPI 2015), Shanon Wong (Pendiri Beauty Professional Malaysia), Dr med. dr. Maya Surjadjaja (dokter spesialis gizi klinis), Achyaruddin (Direktur Pengembangan Pariwisata Minat Khusus Kementrian Pariwisata RI), Lourda Hutagalung (pemilik Gaya Spa) dan Yahya Andi Saputra (Ketua I Bidang Pelestarian Budaya, Lembaga Kebudayaan Betawi)
Dari kiri-kanan: Patricia M. Priyatna (Project Director BPI 2015), Shanon Wong (Pendiri Beauty Professional Malaysia), Dr med. dr. Maya Surjadjaja (dokter spesialis gizi klinis), Achyaruddin (Direktur Pengembangan Pariwisata Minat Khusus Kementrian Pariwisata RI), Lourda Hutagalung (pemilik Gaya Spa) dan Yahya Andi Saputra (Ketua I Bidang Pelestarian Budaya, Lembaga Kebudayaan Betawi) (BeritaSatu.com/Kharina Triananda)

Jakarta - Tim riset dari asosiasi yang fokus terhadap pengobatan dan ramuan tradisional, termasuk untuk perawatan kecantikan (etno wellness), Indonesia Wellness Master Association (IWMA), memutuskan untuk mengangkat sembilan tradisi pengobatan dan perawatan tradisional dengan rempah-rempah dari 9 daerah.

Tradisi tersebut adalah Tangas dari Betawi, Jakarta, Batangeh Minang dari Sumatera Barat, Oukup Batak dari Sumatera Utara, Lulur Jawa, Boreh Bali, So'oso Madura, Batimung Banjar dari Kalimantan Selatan, Bakera Minahasa dari Silawesi Utara, Bedda Lottong Bugis dari Sulawesi Selatan.

Kesembilan perawatan tradisional ini akan dipasarkan melalui berbagai ajang yang didukung oleh Kementerian Pariwisata untuk lebih mengenalkan tradisi perawatan dan pengobatan tradisional asal Indonesia.

Pameran Niaga, Beauty Professional Indonesia (BPI) 2015 akan mengangkat Tangas Betawi pada acara mereka yang akan diselenggarakan pada 30 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Acara yang akan diikuti oleh 15 negara dan 130 perusahaan ini, diharapkan bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan tradisi perawatan kecantikan tradisional asal Indonesia.

"Tangas Betawi merupakan tradisi perawatan kecantikan tradisional yang meliputi ritual pijit, ritual lulur dan ritual tangas atau diuap. Rangkaian perawatan kecantikan ini termasuk ritual untuk ibu hamil, ritual ibu setelah melahirkan, ritual sebelum pernikahan, teknik pemijatan, pemilihan dan pengolahan bahan-bahan tradisional yang dipakai dalam memijat," terang Divisi Bidang Pelestarian dari Lembaga Kebudayaan Betawi, Cucu Sulaiha di Jakarta, Kamis (28/5).

Dalam mendukung tradisi perawatan tradisional asal Betawi ini, BPI 2015 akan mengadakan pelatihan dan kompetisi bagi para terapis kecantikan yang bertajuk Etno Wellness Spa Therapist Competition.

"Para terapis nanti akan di training untuk melakukan Tangas Betawi, kemudian mereka akan dikompetisikan. Nantinya mereka akan memproleh sertifikasi pelatihan yang dapat mereka jadikan referensi dalam mempraktekkan keterampilan mereka," tutur Project Director BPI 2015, Patricia M. Priyatna.

Ditambahkan Direktur Pengembangan Pariwisata Minat Khusus Kementrian Pariwisata RI, Achyaruddin, bahwa kedepannya ia berharap etno wellness asal Indonesia bisa terus berkembang dan jumlahnya bertambah tidak hanya sembilan.

"Saat ini memang baru selesai diriset sembilan etno wellness oleh IWMA. Namun, kedepannya saya harap bisa bertambah. Dibutuhkan konsistensi bekerja dengan para profesional agar etno wellness kita juga bisa mendunia," pungkas Achyaruddin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon