Dian Swastatika Ekspansi Pembangkit Listrik US$ 620 Juta
Kamis, 25 Juni 2015 | 09:50 WIB
Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), unit usaha Grup Sinar Mas, menggarap dua proyek pembangkit listrik dengan total investasi US$ 620 juta hingga 2018. Proyek tersebut adalah Sumsel-5 Musi Banyuasin berkapasitas 2x150 megawatt (MW) dan Kendari-3 berkapasitas 2x50 MW.
Direktur Dian Swastatika Hermawan Tarjono mengatakan, saat ini, proses engineering, procurement, and construction (EPC) Sumsel-5 yang digarap sejak 2013 telah mencapai 90 persen. Pembangkit listrik tersebut menyerap investasi sekitar US$ 420 juta. Perseroan menargetkan Sumsel-5 beroperasi akhir tahun ini.
"Nanti kebutuhan batu bara untuk Sumsel-5 diperkirakan mencapai 2 juta ton per tahun. Kami bisa ambil batu bara dari anak usaha perseroan, PT Andalan Satria Lestari," kata Hermawan di Jakarta, Rabu (24/6).
Sementara itu, kata Hermawan, untuk Kendari-3 diperkirakan mulai dibangun pada awal 2016. Nilai investasi sekitar US$ 200 juta. Kendari-3 diperkirakan beroperasi pada 2018 dan memerlukan pasokan batu bara sebanyak 500.000 ton per tahun. Pasokan batu bara akan diambil dari tambang milik anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Hermawan menjelaskan, sebanyak 25 persen sumber pendanaan proyek pembangkit listrik berasal dari ekuitas, sedangkan 75 persen dari pinjaman bank. Pada Maret 2015, perseroan telah menandatangani kesepakatan pinjaman senilai US$ 510 juta dengan China Development Bank (CDB) untuk membiayai pembangkit listrik.
"Proses pencairan pinjaman dari CDB sangat tergantung dari perkembangan proyek. Misalnya Kendari-3, saat ini masih pembebasan lahan. Kalau bisa lebih cepat membereskan persyaratan, pinjaman akan cair," tutur dia.
Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 200 juta. Perseroan mengalokasikan sebanyak US$ 140 juta untuk pembangkit listrik, US$ 10 juta untuk bisnis batubara, dan sisa US$ 50 juta untuk bisnis multimedia.
Tahun depan, lanjut Hermawan, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari lini pembangkit listrik mencapai 20 persen dari saat ini di bawah 5 persen. Ke depan, perseroan pun tidak berhenti hanya ekspansi pada dua pembangkit listrik baru. Saat ini, perseroan tengah membidik sejumlah tender.
"Saat ini, sedang ada dua proyek yang kami minati. Letak lokasinya belum bisa kami sebutkan. Misalnya ada tender proyek pembangkit listrik yang jauh dari area tambang batu bara kami, maka perseroan terbuka dengan pihak ketiga," kata dia.
Tahun ini, kata Hermawan, perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$ 660 juta, naik 10 persen dibandingkan tahun lalu US$ 599,63 juta. Perseroan membidik produksi batu bara sebanyak 8,8 juta ton dan penjualan sebanyak 13 juta ton. Ke depan, jika harga batu bara bergerak tidak stabil, perseroan berpeluang merevisi target tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




