Kekerasan Terhadap Anak di Papua Tinggi
Kamis, 2 Juli 2015 | 16:50 WIB
Jayapura - Kekerasan pada anak di Papua termasuk yang tertinggi di Indonesia. Data yang dikompilasi dari surat kabar yang terbit di Jayapura mencatat 90 kasus kekerasan pada anak telah terjadi di Papua. Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai salah satu lembaga yang banyak mengadvokasi hak anak terus mendorong upaya pencegahan atas kekerasan pada anak.
"Kami percaya kekerasan hanya melahirkan kekerasan lain, sehingga itu bukan solusi mendidik anak. Sebagai lembaga kemanusiaan yang fokus pada anak, Wahana Visi Indonesia terus menggandeng mitra yang ada, termasuk pemerintah, untuk mewujudkan Indonesia layak anak, termasuk Papua," ujar Manajer Area WVI untuk wilayah Jayapura dan Merauke, Radeka Pinto dalam siaran pers yang diterima SP, Kamis (2/7).
Dikatakan, salah satu upaya untuk mewujudkan Papua Layak Anak adalah melakukan tindakan preventif terhadap kekerasan, yaitu melalui pengetahuan bentuk kekerasan anak. Lebih lanjut lagi, upaya solutif bagi anak penyintas kekerasan adalah pendampingan dan dukungan motivasi untuk membangun kembali kepercayaan diri dan semangat hidup anak.
Diungkapkan, berbagai upaya preventif telah dan akan terus dilakukan WVI bersama masyarakat dan pemerintah daerah di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kota Jayapura. Salah satu upaya tersebut, sebagaimana 20 peserta dari 4 kabupaten di Papua ikut pelatihan pendamping anak penyintas kekerasan oleh WVI bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua dan Yayasan Sobat Peduli, Jakarta, mulai 1-4 Juli 2015 di Hotel Grand Talent Jayapura.
"Pelatihan ini membantu meningkatkan ketrampilan kami mendampingi dan menangani kasus-kasus anak di Merauke. Diharapkan, kerja sama seluruh pihak tetap terbangun agar pendampingan anak dapat berjalan baik dan diharapkan semua pihak turut mengambil tanggung jawab saat terjadi kasus kekerasan terhadap anak," kata Yustinus Amboktop, guru di SD YPPK St. Theresia Buti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




