Menristekdikti: Padi Hasil Pengembangan Batan Segera Disebarluaskan

Senin, 6 Juli 2015 | 08:00 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kedua kanan) berbincang dengan kelompok tani PT. Tunas Agro Persada di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, 13 Maret 2015
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (kedua kanan) berbincang dengan kelompok tani PT. Tunas Agro Persada di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, 13 Maret 2015 (Antara/Yusuf Nugroho)

Kudus - Varietas padi hasil pengembangan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), yang uji coba penanamannya dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan hasil menggembirakan bakal disebarluaskan ke berbagai daerah di Tanah Air. Demikian dikatakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristekdikti), Muhammad Nasir.

"Selama ini, hasil produksi tanaman padi per hektarenya berkisar 7-8 ton gabah, sedangkan varietas padi yang dihasilkan lewat rekayasa teknologi nuklir bisa mencapai 10 ton gabah," ujarnya di Kudus, Minggu (5/7).

Hasil uji coba di Kabupaten Boyolali, kata dia, justru lebih tinggi, karena per hektare (ha) tanaman padinya bisa menghasilkan 11 ton lebih.

Artinya, kata dia, hasil riset tanaman padi yang dilakukan Batan sudah baik.

Varietas padi unggul, kata dia, sudah dikembangkan di Jawa Barat, Jateng, Jatim, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera.

Ia berharap, pengembangan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, sehingga nantinya semua daerah bisa meningkatkan produktivitas tanaman padinya," ujarnya.

Nantinya, kata dia, daerah akan menangkarkan dulu, setelah berhasil, baru disebarluaskan ke petani dalam bentuk pemberian bantuan bibit tanaman padi unggul.

Selain itu, kata dia, pengembangan juga dilakukan pada komoditas kedelai, khususnya kedelai hitam, dengan harapan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Kedelai hitam tersebut, selama ini untuk memasok perusahaan kecap.

"Kedelai yang biasa digunakan oleh pengusaha tahu dan tempe juga dikembangkan," ujarnya.

Uji coba tanaman kedelai untuk Jateng, kata dia, salah satunya di Kabupaten Grobogan, sedangkan Jawa Timur di Kabupaten Lamongan.

Hasil pengembangan Batan dalam menghasilkan varietas kedelai unggul bisa mencapai empat ton per hektare (ha), dibandingkan dengan sebelumnya, berkisar 2,5-3 ton.

Berbagai komoditas pertanian yang dikembangkan Batan dilakukan pengujian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon