Kerap Kebanjiran, Pemprov DKI Akan Renovasi Masjid Tertua di Jakarta

Senin, 6 Juli 2015 | 22:58 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Interior Masjid Jami Al Mansur.
Interior Masjid Jami Al Mansur. (tamanismailmarzuki/tamanismailmarzuki)

Jakarta - Dalam rangkaian safari Ramadan kali ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berbuka puasa di masjid tertua di Jakarta, Masjid Jami Al Mansur, Jalan Sawalio, Tambora, Jakarta Barat, Senin (6/7) malam.

Ditengah-tengah berbuka puasa dengan warga dan kaum ulama di daerah Tambora, Djarot mengatakan Masjid Jami Al Mansur telah berdiri sejak tahun 1717. Karena itu, bangunan masjid ini dimasukkan dalam bangunan cagar budaya yang dilindungi. "Masjid ini masuk dalam cagar budaya karena usianya yang cukup tua. Masjid ini berdiri tahun 1717," kata Djarot di Masjid Jami Al Mansur.

Diungkapkannya, kondisi masjid ini sudah cukup memprihatinkan karena kerap kali terkena musibah banjir bila musim penghujan datang. Hal itu dikarenakan fungsi drainase di sekitar masjid tersebut kurang baik sehingga tidak dapat menampung aliran air hujan.

"Penyebab banjir yang melanda masjid karena fungsi drainase di sekitar kawasan masjid ini kurang baik. Jadi kita akan segera memperbaiki drainase di sekitar masjid," ujarnya.

Selain memperbaiki sistem drainase, Pemprov DKI juga akan melakukan renovasi terhadap fisik bangunan Masjid Jami Al Mansur. Namun, perbaikan fisik bangunan tidak boleh menghilangkan bangunan-bangunan lama. Karena bangunan yang masuk dalam cagar budaya, bila dilakukan rehab tidak boleh menghilangkan unsur bangunan bersejarah.

"Kita akan rehab masjid ini dengan catatan, empat tiang pilar yang berdiri tetap dipertahankan. Tidak boleh dirobohkan. Ini bukti sejarah yang kelak nanti anak cucu kita masih melihat bahwa di masjid ini tempat syiar agama islam di Jakarta," jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur ini.

Suasana safari Ramadan yang digelar di Masjid Jami Al Mansur berbeda dengan safari Ramadan lainnya. Sebab, di sela - sela kegiatan berbuka puasa bersama warga dan pengurus masjid, Djarot mendapat kejutan ulang tahun dari istri dan ketiga putri, serta wartawan Balaikota.

Djarot terkejut di saat wartawan, istri dan ketiga putrinya hadir di Masjid Jami Al Mansur sambil membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 53 diatas kue ulang tahun tersebut. Serta merta, para warga dan pengurus masjid yang tidak tahu Djarot berulang tahun, ramai-ramai bersalaman mengucapkan ulang tahun kepada mantan Wali Kota Blitar ini.

Setelah meniup lilin kue ulang tahun, Djarot memotong tumpeng, lalu memberikan potongan tumpeng pertama kepada istri, Happy Farida.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon