Presidem Buka Muktamar ke-33 NU
NU Harus Menjadi Jembatan Peradaban Antarbangsa (2-habis)
Minggu, 2 Agustus 2015 | 05:14 WIB
Pada bagian lain Presiden mengharapkan, melalui Muktamar NU yang mengambil tema ‘Meneguhkan Islam Nusantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia’ itu, menunjukkan bahwa tema tersebut harus dimaknai secara positif.
"Sebagai rule model pengusung Islam yang rahmatan lil alamin, yang memberi rasa damai alam semesta, tema itu mencerminkan keteguhan warga Nahdliyin untuk menjadikan Islam sebagai pijakan terciptanya masyarakat unggulan, masyarakat yang menjadikan agama sebagai sumber kemajuan, sumber keadilan dan sumber kedamaian," ujar Presiden.
NU memiliki peran yang sangat penting dalam menampilkan serta meneguhkan wajah islam yang moderat. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Hadrattussyeh KH Hasyim Asyari yang telah menanamkan sikap unggul moderat bagi warga nahdliyin.
Presiden kemudian menceriterakan, sepenggal pertemuannya dengan Perdama Menteri (PM) Inggris David Cameron, Selasa pekan lalu, bahwa tamunya itu mengaku sangat terkesan dengan sejarah perkembangan Islam di Indonesia yang toleran, yang berbeda dengan islam di negara-negara lainnya.
PM Inggris itu menurut Presiden Jokowi juga ingin mengetahui lebih banyak tentang organisasi Islam di Indonesia. "Pertanyaannya rinci, sehingga kami harus menjawabnya dengan rinci pula. Perdana Menteri menanyakan tentang NU dan juga Muhammadiyah," ujar Jokowi yang juga menyinggung kasus Tolikara, Papua karena menjadi koreksi bersama dan menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang kembali.
"Kasus Tolikara itu menjadi koreksi bagi kita untuk senantiasa membangun komunikasi yang baik antarumat beragama. Toleransi yang sudah ada tidak boleh ternodai oleh segelintir orang," tegas dia yang hadir pada acara itu bersama Ibu Negara Iriana.
Hadir pada kesempatan itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ibu Negara Presiden ke-4 RI Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, para duta besar negara sahabat, para menteri Kabinet Kerja, dan sejumlah ketua umum partai politik (parpol).
Nampak pula Gubernur Jatim Soekarwo sebagai sahibul bait (tuan rumah), para ulama dan Ketua Panitia Daerah Muktamar Saifullah Yusuf yang juga salah satu ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Lebih dari itu, muktamar yang berlangsung hingga 5 Agutsus mendatang itu juga dihadiri 3.817 peserta muktamar (muktamirin) dari utusan pengurus cabang (PC) NU se-Indonesia dan perwakilan khusus PCNU yang ada di beberapa negara di dunia itu juga dibanjiri tidak kurang dari 25.000 nahdliyin (warga NU) yang sengaja hadir sebagai penggembira.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




