SJP Garap Gili Air Lagoon Senilai Rp 70 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2015 | 10:33 WIB
ER
FH
Penulis: Edo Rusyanto | Editor: FER
Salah satu Villa yang ada di Gili Air Lagoon Resort
Salah satu Villa yang ada di Gili Air Lagoon Resort (Giliairlagoon)

Lombok - Proyek properti pariwisata Gili Air Lagoon Resort ditargetkan rampung pada September 2015. PT Sasak Jaya Propertindo (SJP) selaku pengembang membangun proyek senilai Rp 70 miliar ini kedalam dua tahap. Kelak, pada 2016 resor ini memiliki total 57 vila.

"September 2015 perampungan untuk tahap pertama. Sedangkan tahap kedua mulai dibangun Oktober 2015 dan ditargetkan rampung Agustus 2016," ujar Djaja Roeslim, president director PT Trias Jaya Propertindo (TJP), Djaja Roeslim, induk usaha SJP di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pekan lalu.

Dia menjelaskan, pihaknya memulai pembangunan tahap pertama pada Maret 2014. Dalam tahap itu SJP merampungkan 17 vila, restoran, fasilitas kebugaran spa, dan kolam renang yang mengelilingi villa. Sedangkan tahap kedua mencakup antara lain 40 vila dan fasilitas penunjang lainnya seperti beach club, wedding chappel, dan dua kolam renang.

"Untuk operasional Gili Air Lagoon kami menggandeng Platinum Hotel Management yang cukup berpengalaman. Selain itu, Platinum menguasai pasar turis asal Australia," kata dia.

SJP menguasai total lahan seluas 2,3 hektare (ha) di Gili Air yang merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Kerjasama pengelolaan lahan itu ikut mendongkrak bisnis pariwisata Lombok khususnya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke gugusan pulau Gili.

"Awalnya, kerjasama berupa sewa lahan kepada pemerintah provinsi, namun kami menjajaki skema built on transfer (BOT) dengan harapan selama 30 tahun," tambah Djaja Roeslim.

Kehadiran Gili Air Lagoon melengkapi 50-an penginapan di Giri Air. Pulau yang merupakan gugusan dari tiga pulau eksotik di Lombok ini menjadi magnet pariwisata NTB. Selain Giri Air, di area ini terdapat Gili Trawangan dan Gili Meno.

"Prospek pariwisata Giri Air masih sangat bagus. Pulau ini masih butuh banyak penginapan," jelas Craig R Jones, chief executive officer (CEO) Platinum Hotel Management.

Dia mencontohkan, dalam operasional awal sejak 1 Juli 2015, ke-17 vila yang dikelolanya diserbu wisman. Giri Air Lagoon diminati turis karena keunikannya berupa vila bergaya eksotik dari kayu. "Selain itu, merupakan satu-satunya resor di Gili Air yang vilanya berdiri di atas kolam renang, sekaligus kolam renang terbesar di Gili Air," kata Craig.

Menurut dia, para tamu yang singgah ke resortnya mayoritas adalah kalangan wisman. Mereka berdatangan dari Australia, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya. Para tamu menyenangi suasana tenang dan kenyamanan yang dibangun Giri Air Lagoon.

"Ada tamu yang sudah memesan untuk musim liburan Natal dan tahun baru. Sudah sekitar 60 persen yang dipesan untuk musim itu," katanya.

Djaja Roeslim menambahkan, Gili Air kian menjadi incaran wisman. Saat ini, tiap hari setidaknya 5.000 wisman yang masuk ke pulau milik Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. "Setiap hari, setidaknya ada 50 boat dengan sedikitnya 100 turis asing yang berangkat ke Gili Air, Gili Trawangan, dan Gili Meno," ujar dia.

Sejumlah spot pariwisata laut tersedia di tiga gugusan pulau ini. Mulai dari snorkling, diving, hingga berperahu keliling tiga pulau. "Kalau menyelam para turis juga bisa melihat kura-kura," papar Craig.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon