Soal Dokter Chelsea, Sikap Mourinho Dinilai Menjijikkan

Kamis, 13 Agustus 2015 | 01:00 WIB
MG
B
Penulis: ME Gunawan | Editor: B1
Ekspresi kemarahan manajer Chelsea Jose Mourinho di laga lawan Swansea City di Stamford Bridge, 8 Agustus 2015.
Ekspresi kemarahan manajer Chelsea Jose Mourinho di laga lawan Swansea City di Stamford Bridge, 8 Agustus 2015. (Eurosport)

London – Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mendapat kritikan dan kecaman pedas menyusul pernyataannya yang "menyerang" dokter The Blues, Eva Carneiro, dan ahli fisio klub, Jon Fearn.

Awal kisah dimulai dari laga perdana Premier League musim ini ketika Chelsea menjamu Swansea City di Stamford Bridge, Sabtu (8/8) lalu. Seusai pertandingan, Mourinho menilai dokter Eva tak memahami jalannya pertandingan menyusul sikapnya yang menyelonong masuk ke dalam lapangan guna melakukan pemeriksaan pada bintang Chelsea, Eden Hazard.

Pernyataan Mourinho didasarkan atas jalannya pertandingan dimana saat itu Chelsea yang bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Thibaut Courtois, tengah berada dalam tekanan para pemain Swansea. Mourinho waswas mengingat saat serangan balik The Swans, Chelsea bermain dengan 9 pemain menyusul tergeletaknya Hazard.

Meski Chelsea tidak memberikan konfirmasi resmi, kabar yang berembus kencang, mengatakan, pasca-pernyataan keras Mourinho tersebut, dokter Eva dan rekannya, ahli fisioterapi, Jon Fearn, tidak lagi diperkenankan berada di bangku cadangan. Mereka berdua pun disebut-sebut tidak dapat bergabung dengan tim di sesi latihan dan hotel tempat menginap skuat.

Tak pelak, media massa dan publik Inggris ramai-ramai mengkritik kebijakan The Blues dan menyerang Mourinho. Yang paling pedas datang dari Tim Dokter Premier League. Mourinho pun kian tertekan manakala dari tayang ulang terlihat dua kali wasit Michael Oliver memalingkan mukanya ke bangku cadangan Chelsea. Sikap yang menjadi isyarat bagi tim medis untuk segera bergerak.

Dipimpin Mark Gillet, Tim Dokter Premier League menilai sikap Mourinho tersebut lebih mementingkan hasil pertandingan ketimbang keselamatan pemain di lapangan hijau. "Dokter yang bekerja di Premier League mempunyai kapasitas profesional yang sama dengan dokter lainnya di Inggris Raya," ujar Tim Dokter Premier League.

"Tim Dokter menilai pemecatan Dr Eva Carneiro dari bench Chelsea di laga berikutnya adalah hal yang benar-benar tidak adil. Tampak jelas, sikap tim medis Chelsea untuk memasuki lapangan didasarkan atas isyarat dari wasit. Karenanya, sikap penolakan (memasuki lapangan) akan melanggar kode etik dokter pada pasiennya."

Tidak hanya dari Tim Dokter Premier League, Mourinhi pun diserang mantan Ketua Tim Medis Liverpool, Peter Brukner. "Tindakan (Mourinho) yang menjijikkan. Tim medis Chelsea (Eva dan Jon) pantas menerima permintaan maaf. Saya sangat kecewa dengan sikap Chelsea yang tidak mau mendukungnya. Padahal, mereka berdua hanya melakukan tugasnya," tegas Brukner.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon