Bakal Ditertibkan, Warga Kampung Pulo Pilih Bertahan
Rabu, 19 Agustus 2015 | 16:59 WIB
Jakarta - Pemerintah kota Jakarta Timur akan segera melakukan penertiban pada warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Kamis (20/8) besok. Kendati demikian, sejumlah warga Kampung Pulo terlihat santai dan masih bertahan di rumah masing-masing.
Seorang warga RT 01 RW 03 Waris (65) mengaku belum mengetahui jika besok akan dilakukan penertiban. Namun ia telah memindahkan sebagian barang-barangnya ke rusun Jatinegara Barat.
"Belum tahu kapan ditertibkan, infonya enggak jelas. Tapi saya udah lama angkut barang ke rusun, pindahnya nanti saja kalau udah beneran ditertibkan," ujar Waris saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/8). Ia juga pasrah jika memang tidak memperoleh ganti rugi. Sebab, Waris memang tidak memiliki surat sah kepemilikan tanah.
Lain halnya dengan warga RT 10 RW 02 Soleh (46) yang mengaku akan bertahan di rumahnya. Ia enggan pindah ke rusun lantaran biaya sewa Rp 300 ribu per bulan dirasa memberatkan baginya yang bekerja sebgai Pedagang Kaki Lima (PKL) ini. "Saya udah puluhan tahun tinggal di sini. Sudah ditawarin rusun tapi saya enggak mau karena harus bayar," katanya.
Ketua RW 02 Kampung Pulo Kamaludin mengatakan, warganya sepakat untuk tetap bertahan di rumah masing-masing. Warga memilih tetap bertahan jika tidak ada ganti rugi. Bahkan, warga juga tidak segan akan melakukan perlawanan jika besok pemerintah datang dengan cara tidak baik.
"Warga bilang ke saya mau lihat situasinya dulu, kalau dilawan ya lawan balik. Warga juga sudah banyak yang daftar ke rusun, tapi belum pindah karena masih menunggu pengganti," jelasnya. Lanjutnya, di RW 02 terdapat 152 rumah dengan 200 KK yang akan terkena penertiban. Warga ini kebanyakan ada di RT 01, RT 08 sampai dengan RT 16.
Sementara itu di rusun Jatinegara Barat, hingga saat ini tercatat telah ada 428 warga yang mendaftarkan diri ke rusun. Namun baru 214 yang mengambil kunci dan 136 warga yang memindahkan barang. Sedangkan warga yang sudah menempati rusun baru ada 78 orang. Rencananya petugas yang ada di rusun akan membuka pelayanan bagi warga hingga malam hari.
Warga Kampung Pulo RT 15 RW 03 Ika (40) saat ditemui tengah mengambil kunci rusun. Ia juga mengaku belum tahu jika besok akan segera dilakukan penertiban.
"Ya pengennya sih pindah secepatnya. Saya ambil saja (rusun) tapi warga kan enggak bisa dipaksa juga terserah mereka mau ambil (rusun) apa enggak," ujarnya. Ika mendapatkan rusun di lantai lima blok A. Kendati ukuran rusun dinilainya sempit untuk tinggal bersama suami dan ketiga anaknya, ia akan segera pindah setelah dilakukan pembongkaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




