Bakrie Group Kuasai 100 Persen Brisbane Roar

Senin, 6 Februari 2012 | 15:39 WIB
AH
B
Penulis: AP/ Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Logo klub Brisbane Roar.
Logo klub Brisbane Roar. (A-League)
Menyusul 100 persen kepemilikan grup Bakrie atas Brisbane Roar, dewan pengurus klub pun segera disusun, dengan Dali Tahir disebutkan akan menjadi ketua klub.

Bakrie Group dipastikan secara penuh telah mengambil alih kepemilikan atas klub juara Liga Australia (A-League), Brisbane Roar. Dengan demikian, grup perusahaan ini tercatat sebagai perusahaan luar Australia pertama yang menguasai 100 persen kepemilikan sebuah klub sepak bola profesional di negeri itu.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya pada September 2011 lalu, Bakrie Group juga sudah menjadi pemilik mayoritas di Brisbane Roar, dengan pembelian 70 persen sahamnya. Hingga, pada hari ini, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) mengumumkan bahwa Bakrie telah menguasai 100 persen saham klub itu, serta saat ini tengah dalam proses menyusun dewan (pengurus) yang akan terdiri dari kombinasi direktur lokal (Australia) dan dari luar negeri.

"Ini adalah langkah signifikan bagi A-League, dengan Brisbane Roar yang menjadi klub profesional Australia pertama dengan pemilik dari Asia," ungkap Ketua A-League, Lyall Gorman, dalam pernyataan resminya. "Kami bisa melihat ada banyak peluang menjanjikan di masa depan bagi Roar, juga persepakbolaan Australia, dengan adanya hubungan ini," tambahnya.

"Lebih dari itu, Bakrie Group (dikenal) penuh dengan orang-orang yang benar-benar menyukai sepak bola, yang (diyakini) akan menambah ide-ide dan visi (pengembangan) baru ke dalam kompetisi sepak bola kita," ungkap Gorman lagi.

Sementara itu, Aga Bakrie menyatakan bahwa dirinya melihat potensi luar biasa di A-League, serta ingin mengembangkan Brisbane (Roar) menjadi klub terbesar Australia, sekaligus sebagai klub yang kuat setidaknya di kawasan (benua) Asia. Ditambahkan, bahwa dengan penguasaan ini, anggota Komite Etik FIFA, Dali Tahir, akan ditunjuk sebagai ketua klub tersebut.

Menjelang akhir tahun lalu, FFA memang baru saja mengumumkan dibelinya 70 persen saham klub itu oleh grup Bakrie, di bawah izin kepemilikan 10 tahun. FFA sendiri yang sejak Maret tahun lalu telah mengambil alih klub tersebut, kemudian masih sempat memegang 30 persen saham sisanya.

Saat itu pula, kendati Roar disebut sebagai klub pertama yang dikuasai pihak asing, bankir Rusia, David Traktovenko, sebenarnya juga memiliki 20 persen saham di klub Sydney FC, lewat perusahaan miliknya yang beroperasi di Australia. Sementara Bakrie Group sendiri, untuk diketahui, juga sudah punya saham kepemilikan di beberapa klub di Indonesia, Belgia, serta di Uruguay.

Masalah keuangan di A-League yang mengarah pada pengambilalihan kepemilikan klub-klub pesertanya, menjadi salah satu kendala besar di kompetisi sepak bola negeri itu belakangan. Klub North Queensland Fury bahkan harus gulung tikar pada Februari tahun lalu karena masalah keuangan, yang membuat A-League kemudian hanya diikuti 10 klub, dengan beberapa di antaranya pun terancam masalah yang sama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon