Musala di Kampung Pulo Tak Ikut Dibongkar
Jumat, 21 Agustus 2015 | 11:14 WIB
Jakarta - Walikota Jakarta Timur (Jaktim), Bambang Musyawardhana menegaskan, penertiban di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jaktim hanya difokuskan pada bangunan rumah. Sementara untuk tempat ibadah, seperti musala akan dibongkar belakangan.
"Untuk saat ini, musala belum akan dibongkar. Nanti, kalau penertiban rumah selesai, baru dibahas lagi bagaimana kelanjutannya, tergantung ahli waris," kata Bambang, di Kampung Pulo, Jumat (21/8).
Ia menyatakan, perlu memanggil pengurus musala dan menyebut ada kompensasi untuk penggantian musala.
Di Kampung Pulo juga terdapat makam, yang disebut-sebut keramat oleh warga sekitar. Makam yang terletak di RT 09 RW 02 itu adalah makam almarhum Haji Khosim bin Tohir, tokoh agama di Kampung Pulo. Letak makam dengan bibir kali hanya berjarak sekitar 15 meter. Dalam peta pelebaran sungai, makam tersebut merupakan bangunan yang juga akan ditertibkan.
Sementara itu, Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangesti menuturkan, tidak akan melakukan pembongkaran pada makam tersebut. Pasalnya, warga sempat meminta untuk tidak memindahkan makam yang telah ada sejak 1947 itu.
"Kita enggak sentuh itu (makam) dulu. Wakapolda tadi juga sudah bilang, musaola, makam, jangan disentuh dulu," tuturnya.
Di Kampung Pulo sendiri terdapat tujuh makam keramat, yang tersebar di beberapa RT. Satu makam disebut-sebut terancam ditertibkan.
Warga yang rumahnya tepat di depan makam, Siti Nurhayati (75) mengaku tak akan menentang, jika makam tersebut memang akan ditertibkan. "Ya, silakan saja kalau mau digusur. Kita juga enggak bisa ngapa-ngapain," ucapnya. [PSP]
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




