Polda Jateng: 1.449 TPS Dikategorikan Paling Rawan
Jumat, 11 September 2015 | 08:42 WIB
Semarang - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) memetakan ada 1.449 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 21 Kabupaten/Kota masuk kategori Rawan II alias tingkat kerawanan paling tinggi.
Data Biro Operasi (Ro Ops) Polda Jawa Tengah menyebutkan, total jumlah TPS di 21 Kab/Kota peserta Pilkada 2015 ini adalah 36.100. Selain Rawan II, polisi memetakan 1.949 TPS kategori Rawan I dan TPS kategori Aman 32.702 buah.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto menyatakan, kategori-kategori itu berdasarkan beberapa pertimbangan, termasuk hasil analisis para kapolres setempat.
"Lokasinya di mana-mana saja, tidak bisa saya sebutkan. Yang jelas tersebar di semua kota/kabupaten peserta pilkada serentak Desember nanti. Pola pengamanan, termasuk di kategori rawan itu tentu berkaitan dengan kekuatan personel," kata Liliek, Jumat (11/9).
Pola pengamanan untuk TPS kategori Aman berpola 2:10:5. Artinya, dua polisi dan 10 Linmas menjaga 5 TPS. Kategori Rawan I pola 2:4:2; kategori Rawan II berpola 2:2:1.
"Jadi untuk kategori Rawan II, satu TPS dijaga dua polisi dan dua linmas. Pertimbangan dikategorikan rawan, di antaranya jauh dari permukiman padat, jauh dari kantor polisi dan ada histori tertentu terkait kriminalitas," ujarnya.
Soal pengamanan pilkada dilakukan melalui gelar Operasi Mantap Brata Candi 2015. Jumlah personel yang dilibatkan dalam operasi ini 15.740 polisi dari masing-masing wilayah Polres di bawah kendali Polda Jawa Tengah. Jumlah itu termasuk 665 personel dari Polda Jawa Tengah yang ikut disiagakan.
Untuk tahapan pilkada, kata Liliek, yang juga termasuk kategori rawan yaitu pada masa kampanye dan pemungutan suara.
Pada tahapan yang dianggap rawan, polisi menurunkan 2/3 kekuatan di masing-masing Polres. Untuk tahapan yang dianggap tidak rawan, yakni saat minggu tenang, yang diturunkan hanya 1/2 kekuatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




