Kepala Basarnas Sebut Medan Pencarian Aviastar Berat

Minggu, 4 Oktober 2015 | 20:57 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan Usai melakukan pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM menggunakan helikopter di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Oktober 2015
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI FHB Soelistyo (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan Usai melakukan pencarian pesawat Aviastar DHC6/PK-BRM menggunakan helikopter di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Oktober 2015 (Antara/Abriawan Abhe)

Makassar- Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menyebutkan pencarian pesawat Twin Otter Aviastar yang hilang kontak sejak Jumat, (2/10) memiliki medan yang sangat berat.

"Situasi medan berat, 80 persen pegunungan, tebing cukup curam, hutan lebat dan tidak berpenghuni. Oleh karena itu, besok yang pas itu alat utama yang digunakan adalah helikopter masuk ke celah-celah," ujar Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di Lanud Maros, Minggu (4/10).

Dia mengatakan, pencarian pesawat Aviastar hingga hari kedua belum membuahkan hasil karena geografis Sulawesi Selatan khususnya untuk wilayah yang sudah ditetapkan titik pencariannya sangat berat.

Soelistyo juga mengaku selama dua hari ini pencarian hanya menitikberatkan pada dua wilayah yakni lewat darat dan udara. Total personel yang menyebar lebih dari 250 SAR gabungan. "Dua hari pencarian ini memang fokusnya pada jalur darat dan udara. Jalur darat itu semua sudah bergerak dan total Tim SAR yang mencari itu lebih 250 orang," katanya.

Sementara untuk pencarian pada hari ketiga akan ada perluasan sektor sesuai dengan banyaknya laporan warga serta berdasarkan koordinat dari sinyal telepon genggam yang dipancarkan sebelum hilang. "Kami akan melanjutkan pencarian menjadi enam sektor, kita konsentrasikan daerah Suli-Siwa. Daerah pesisir antara Palopo ke arah selatan Siwa, kita coba ke daerah sana," sebutnya.

Menurutnya, kegagalan dalam menemukan pesawat karena adanya beberapa hambatan di antaranya, lokasi pencarian berada di daerah perbukitan serta memiliki jurang yang terjal. Bukan cuma itu, kondisi kabut juga menghalangi pandangan.

Sebelumnya pesawat twin otter milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 hilang kontak sekitar pukul 14.36 WITA dalam perjalanan menuju Makassar, 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Jumat (2/10/2015).

Diketahui, pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Sukris.

Pesawat tersebut semestinya tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 15.39 WITA dari bandara Andi Jemma Masamba, Sulbar dengan lama penerbangan 70 menit. Terdapat tujuh penumpang yang terdiri atas empat dewasa, satu anak, dan dua bayi dalam pesawat tersebut.

Adapun jumlah penumpang sebanyak tujuh orang yang terdiri dari lima orang dewasa dan dua orang bayi, antara lain Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon