Pengunjung Keluhkan Keterbatasan Lift di Kantor Wali Kota Jakut
Rabu, 7 Oktober 2015 | 14:41 WIB
Jakarta - Suasana lobi lantai dasar Gedung D Kantor Wali Kota Jakarta Utara (Jakut), Rabu (7/10), tampak ramai dengan kerumunan belasan orang yang sedang berkerumun seperti menunggu sesuatu.
Mereka bukanlah peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sedang berharap-harap cemas menunggu hasil ujian CBT (Computer Based Test) ataupun para Pekerja Harian Lepas (PHL) yang akan melakukan unjuk rasa karena upahnya terlambat.
Namun, mereka adalah para pengunjung ataupun para pegawai negeri sipil (PNS) yang mengantre untuk dapat menggunakan lift ke lantai tujuannya masing-masing dari Gedung Utama Kantor Walikota Jakut yang memiliki 14 lantai tersebut.
Dari total 6 lift yang tersedia di Gedung D, yang terpisah tiga lift di sisi selatan dan tiga lift di sisi utara, hanya satu unit lift di kedua sisi yang beroperasi, sedangkan empat lift lainnya tidak bisa digunakan.
Kondisi yang tidak nyaman itu sudah sering dikeluhkan oleh para pengunjung dalam sebulan terakhir. Akan tetapi, kondisi lift yang rusak atau tidak dapat digunakan tak kunjung diperbaiki pihak terkait.
Tasiman (49), warga Kecamatan Cilincing, mengeluhkan kondisi dalam lift yang selalu penuh dan berdesak-desakan, sehingga membuat dirinya merasa sesak.
"Ini sudah menunggu 10 menit, tadi lift yang pertama saya enggak naik, karena enggak kebagian tempat, sudah keburu bunyi liftnya saat saya paksakan naik," ujar Tasiman, Rabu (7/10) siang, di lobi depan Posko Banjir Kantor Wali Kota Jakut.
Menurutnya, masih banyak pengguna lift yang tidak tertib menyelak antrean, terutama di saat jam istirahat para PNS pada pukul 12.00-13.00 WIB.
"Kita sudah antre lama, eh yang baru dateng dengan seenaknya main maju ke sisi pintu lift. Padahal,itu adalah tempat pengguna lift yang nanti turun untuk keluar, kalau kita beritahu mereka, malah sok cuek gitu," keluhmya.
Hal serupa juga diungkapkan Rachmawati (53), salah satu PNS yang mengenakan seragam coklat muda di salah satu Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD).
Ia mengaku khawatir dengan keselamatan dirinya saat menggunakan lift. Apalagi semenjak 4 lift lainnya mengalami kerusakan, sehingga kapasitas lift selalu dipaksakan hingga alarm berbunyi.
"Iya mungkin sekarang masih kuat, tapi lama-lama kalau dipaksakan terus sampai penuh sekali, kalau sedang di lantai 14, kan ngeri sekali," katanya dengan nada bergetar sembari terbatuk-batuk.
Rachmawati mengakui, sebelumnya yang mengalami kerusakan hanya sebuah lift di masing-masing sisi bangunan, namun semakin lama lift yang lainnya juga mulai mengalami kerusakan dan membuat antrean semakin menumpuk.
"Sekali naik dan turun saja misalkan lift itu berhenti di 10 lantai bisa sampai lima menit, apalagi kalau kapasitas lift sedang penuh dan harus menunggu lift datang kembali, bisa kelamaan nunggu lift dan kadang telat absen kalau baru sampai," lanjutnya dengan logat khas Batak.
Senada dengan pengunjung lainnya, Sanusi (43), salah satu pekerja di lingkungan kantor Walikota Jakarta Utara mengeluhkan kondisi lift yang kerap mengalami kerusakan.
"Tugas saya membersihkan beberapa lantai di atas, tapi pas mau naik kalau enggak kebagian tempat, ya terpaksa naik tangga darurat. Capek dan pegel sih, tapi ya bagaimana lagi," ujar Sanusi.
Menurut pria yang sudah bekerja selama beberapa tahun itu, kondisi lift di Gedung D Kantor Wal Kkota Jakut pada tahun ini merupakan kondisi yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Kalau dulu paling hanya sehari rusak besoknya langsung selesai diperbaiki, tapi ini kok belakangan ini kalau rusak bisa berhari-hari sampai sebulan, bahkan di salah satu unit lift itu sudah tiga bulan lebih tidak berfungsi, padahal yang berkunjung semakin ramai," tambah Sanusi.
Menanggapi keluhan para pengguna lift tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Protokol Kantor Walikota Jakarta Utara, Dedi Sumardi, mengatakan sebenarnya ada 4 lift yang berfungsi pada pekan lalu, namun karena ada persoalan teknis maka hanya dua lift yang saat ini bisa digunakan.
"Salah satu bagian elektrik dari lift ada yang terkena rembesan pipa air yang mengalami kebocoran sehingga menyebabkan korsletring listrik dan akhirnya rusak, sehingga lift tidak bisa digunakan," ujar Dedi.
Menurutnya, saat ini dua lift sedang dicek oleh teknisi untuk diperbaiki agar bisa segera digunakan oleh para pengunjung kantor Walikota Jakarta Utara.
"Bahkan kemarin itu hanya satu lift yang bisa digunakan, baru tadi pagi satu unit lift bisa kembali digunakan karena sudah selesai diperbaiki, kami harap dalam waktu dekat ke-enam lift bisa beroperasi secara normal," lanjut Dedi.
Saat ditanya apakah perawatan yang dilakukan untuk ke-6 lift tersebut rutin dilakukan, Dedi menjawabnya dengan nada ragu meskipun jawaban yang terucap darinya sering dilakukan perawatan. "Masih ada kok sisa anggarannya. Kalau enggak salah anggaran untuk perawatan lift di lingkungan Wali Kota ini sekitar 400 juta-an," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




