Sistem Lelang Lambat, Sudin Bina Marga Jakut Andalkan Dinas dan Kewajiban Kontraktor ATP

Jumat, 9 Oktober 2015 | 17:12 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Pengendara motor melintas di Jalan Sulawesi, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang mengalami kerusakan karena tergenang air dan pengerjaan proyek akses jalan tol, 9 Oktober 2015
Pengendara motor melintas di Jalan Sulawesi, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang mengalami kerusakan karena tergenang air dan pengerjaan proyek akses jalan tol, 9 Oktober 2015 (Suara Pembaruan / Carlos Barus)

Jakarta - Lambat dan rumitnya proses lelang dalam Sistem Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa‎, membuat Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara (Jakut), mengandalkan bersurat dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta guna perbaikan sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.

Beberapa ruas jalan yang telah diserahterimakan perawatan dan pengelolaannya di Jalan Yos Sudarso, Jalan Cakung Cilincing, dan Jalan Cilincing Raya ke Sudin Bina Marga Jakut juga masih diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang masih mengerjakan Akses Tol Priok.

Dengan kondisi Kota Administrasi Jakut yang setiap harinya selalu dilintasi ratusan kontainer dan ditambah dengan ketinggian permukaan tanah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tinggi permukaan laut, membuat jalan di wilayah pesisir itu sangat mudah rusak.

Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakut, Arif Faizal Ritonga, mengatakan, sampai Oktober 2015, pihaknya‎ masih akan mengerjakan 58 paket peninggian jalan dengan sistem betonisasi.

"Dari‎ 58 paket tersebut ada sekitar 150 ruas jalan yang akan kita segera selesaikan dalam kurun 3 bulan hingga akhir Desember 2015," ujar Arif, Jumat (9/10) siang.

Menurut Arif, saat ini, sebagian dari 58 paket tersebut masih dalam tahap proses verifikasi di ULP. Artinya, masih harus menunggu prosesnya selesai. "Makanya, untuk infrastruktur yang sangat penting dan menjadi jalan arteri di Jakarta Utara, kita masih mengandalkan cara bersurat dengan Dinas," lanjut Arif.

Beberapa lokasi jalan yang sudah mulai dikerjakan dengan bersurat dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, yakni, Jalan Lodan Raya sepanjang 400 meter dan lubang yang ada di Jembatan PLTU di dekat pintu Carnaval Ancol.

Selain itu, jalan rusak yang kerap terendam di Jalan Lodan PLTU Ketel sepanjang 300 meter, rencananya pada 2016 akan kembali ditinggikan dengan cara dibetonisasi. Sebab, selama ini air selalu menggenangi sisi utara jalan.

"Selain itu sepanjang Jalan Yos Sudarso, Jalan Cakung Cilincing, Jalan Cilincing Raya, sepanjang pengerjaan proyek jalan tol Akses Tol Priok (AT‎P) juga masih dikerjakan oleh pihak kontraktor selama mereka masih melakukan pengerjaan pembangunan," tambah Arif.

‎Untuk perbaikan jalan yang menggunakan anggaran sendiri, dari 150 jalan yang akan diperbaiki ada beberapa yang sudah mulai dalam tahap pengerjaan, yakni Jalan B Terusan, Jalan Cibanteng, Jalan Tipar Selatan, Jalan Mantang, Jalan Menteng Terusan dan masih banyak lagi.

"Untuk yang menggunakan anggaran kita masih menggunakan Fast Track, tapi untuk ‎yang bersurat dengan dinas sudah menggunakan Speed Crete," tutur mantan Kasie Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Sudin Bina Marga Jakarta Timur itu.

‎Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk perbaikan lubang jalan yang memiliki tingkat kerusakan kecil akan diperbaiki menggunalkan aspal hotmix.

"Sampai saat ini kita sudah memperbaiki 80 ribu meter persegi jalan yang berlubang dengan aspal hotmix. Proses pengerjaannya telah dilakukan pascabanjir pertengahan tahun lalu," tutup Arif.‎

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon