Menko Polhukam Nilai Program Bela Negara Bentuk Revolusi Mental
Senin, 12 Oktober 2015 | 22:08 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan program Bela Negara yang baru dirilis oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) perlu untuk mendisplinkan generasi muda. Pula menjadi bentuk revolusi mental.
"Tujuannya untuk mendisiplinkan anak-anak kita, revousi mental juga, membuat kita lebih aware, ada masalah kebangsaan, narkoba, teroris, ada pelatihan," kata Luhut di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10).
Program Bela Negara kata dia tidak sama dengan wajib militer. Hanya, untuk pemuda yang ikut bakal ada pelatihan di daerah-daerah tertentu.
"Tentu kombinasi militer, polisi, dan unsur keilmuan yang lain," kata dia soal pelatih untuk program itu.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan soal rencana program Bela Negara yang akan ditargetkan bisa dikerjakan dalam 10 tahun. Diperkirakan bakal ada hingga 100 juta kader dalam 10 tahun ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




