Tiga Tahun Retak, Jembatan di Papanggo Bahayakan Pengguna Jalan

Kamis, 15 Oktober 2015 | 22:30 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Sebuah truk pengangkut minuman mineral sedang berputar arah di Jembatan yang kondisi fisiknya sudah retak-retak dan tidak diperbaiki selama 3 tahun terakhir di Jalan Danau Sunter Utara, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 15 Oktober 2015.
Sebuah truk pengangkut minuman mineral sedang berputar arah di Jembatan yang kondisi fisiknya sudah retak-retak dan tidak diperbaiki selama 3 tahun terakhir di Jalan Danau Sunter Utara, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 15 Oktober 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Danau Sunter Utara dengan Jalan Agung Karya VI, Kelurahan Papapanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang mengalami keretakan di bagian fondasinya sejak tiga tahun lalu, tak kunjung diperbaiki instansi terkait‎.

Alhasi, para pengguna jalan dan warga sekitar mengeluhkan kondisi jembatan yang dinilau rawan ambruk dan membahayakan nyawa para pengendara yang melintas di atasnya.

Salah satunya, Bagas (31), yang mengaku sering melintasi jembatan tersebut yang merupakan salah ‎satu jalan utama menuju tempat kerjanya di daerah Mangga Dua.

"Itu (jembatan) sudah bertahun-tahun rusak. Tapi, malah dibiarkan saja oleh pemerintah kota. Padahal, setiap hari yang melintasi jembatan tersebut kebanyakan truk ukuran besar," ujar Bagas, Kamis (15/10) siang saat sedang berhenti di lampu merah yang ada tak jauh dari jembatan tersebut.

Menurut‎nya, setiap kali ada truk yang melintas, jembatan tersebut pasti langsung bergoyang dengan hebat sehingga membuat pengendara lainnya khawatir jembatan akan runtuh.

"Padalah jembatan yang di depan BP3IP (Sekolah Pelayaran) itu sudah diperbaiki tahun lalu, tapi jembatan yang tidak jauh dari lokasi malah dibiarkan saja. Heran, kok, mengerjakan perbaikan setengah-setengah," tambah Bagas.

Hal senada juga diungkapkan Subowo (48) warga Cilincing, yang melintas di Jembatan tersebut. Menurut pria yang sehari-hari bekerja dalam bidang layanan jasa dan kurir itu, jembatan tersebut kerap terendam banjir dengan ketinggian 30 cm di saat hujan deras.

"Kelihatan sekali, makin lama makin rapuh fondasi di bawahnya. Takutnya, saat sudah terlalu ringkih, bakal makan banyak korban pengendara yang melintas di atasnya," kata Subowo.

Dikatakan Bowo, pengerjaan Jembatan Danau Sunter Utara C yang dilakukan oleh pihak terkait selama ini juga berjalan dengan lambat sehingga membuat kemacetan di jalan yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Priok dengan Kecamatan Pademangan itu tak terhindarkan.

"Semoga saja segera diperbaiki. Mmasak sudah bertahun-tahun dibiarkan. Alasannya belum ada anggaran juga, kan tidak masuk akal," ucapnya.

Saat hendak dihubungi, Lurah Papanggo, Maryono tidak menjawab pesan singkat maupun kontak telepon dari SP. Dari hasil pengamatan di lapangan, jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 6 meter itu sudah mulai amblas dan dinding jembatannya terlihat miring.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Warsito, mengakui jembatan tersebut memang sudah dalam kondisi parah dan masuk dalam daftar prioritas rencana perbaikan pada tahun anggaran 2016 nanti.

"Sebenarnya kita mau mengerjakan jembatan itu tahun ini, namun karena proses lelang dan tendernya sangat lama, maka kami persiapkan untuk pengerjaan awal tahun 2016," kata Warsito.

Lebih lanjut Warsito belum bisa menjelaskan berapa nilai anggaran untuk pengerjaan perbaikan atau pembangunan ulang jembatan tersebut‎ dan target waktu pengerjaannya. "Saya sedang rapat mas di (kantor) Wali Kota. Soal jembatan, nanti saja ya," ucapnya singkat seraya mematikan teleponnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon