Warga Jakut Anggap Peninggian Jalan Tak Selesaikan Masalah Banjir

Kamis, 22 Oktober 2015 | 16:49 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Peninggian jalan dengan betonisasi.
Peninggian jalan dengan betonisasi. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta Barus/Carlos Roy Fajarta Barus)

Warga Jakut Anggap Peninggian Jalan Tak Selesaikan Masalah Banjir

Jakarta - Peninggian jalan dengan cara betonisasi yang dilakukan oleh Suku Dinas Bina‎ Marga Kota Administrasi Jakarta Utara dianggap percuma dan tak menyelesaikan masalah banjir yang kerap melanda wilayah kota pesisir tersebut dan hanya mengurangi ketinggian banjir saja.

Pasalnya peninggian jalan tersebut tidak diimbangi dengan pengerukan saluran air yang ‎ada di permukiman warga dan tidak dilakukan secara terintegrasi dengan perbaikan rumah pompa maupun normalisasi sejumlah saluran penghubung (PHB) yang melancarkan aliran air ke kali utama yang berlanjut ke waduk ataupun laut lepas.

Salah satu jalan yang sedang dilakukan peninggian yakni di Jalan Manggar, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara yang sudah mulai dikerjakan sejak Minggu‎ (18/10) lalu dan masih baru selesai setengah pengerjaannya.

Ana Karmila (38), warga RT05/RW03, Kelurahan Tugu Utara‎, mengatakan ‎saluran di tempatnya sudah dua tahun terakhir tidak dikeruk oleh petugas terkait dan kerap menimbulkan banjir hingga se-paha orang dewasa.

"Disini mah memang banjirnya parah mas, apalagi kalau pas musim hujan pasti air langsung menggenang, belum ada setengah jam hujan saluran air langsung luber ke jalan," kata Ana, Kamis (22/10) pagi.

Menurutnya peninggian jalan yang dilakukan oleh pemerintah kota akan mubazir dan percuma apabila tidak diimbangi dengan pengerukan saluran air di permukiman warga yang ditinggikan jalannya.

"Padahal sekarang inikan sudah banyak petugas dari kelurahan yang untuk melakukan pembersihan lingkungan, tapi ini kok saya lihat tidak berjalan sempurna, hanya pas ada pejabat kayak lurah dan camat saja baru kerja, tapi selebihnya jarang kelihatan aksinya," lanjut Ana.

Padahal dikatakan Ana, lokasi depan rumahnya sudah menggunakan inrit portabel yang tinggi sehingga mempermudah petugas terkait melakukan pembersihan saluran, namun pengerjaan pembersihan saluran tersebut masih belum juga dikerjakan.

‎Hal serupa juga diungkapkan oleh Sahrul (25), pemilik toko apotik Mutiara yang mengaku baru saja pindah usaha setelah sebelumnya memiliki lokasi usaha di Kelurahan Lagoa dengan ketinggian 1,5 meter.

"Kalau di Lagoa jalannya sudah terlalu rendah makanya pas banjir akses jalannya bisa terputus untuk pengendara sepeda motor, semoga saja kalau di lokasi baru ini banjirnya tidak terlalu besar seperti ditempat lama," katanya.

Sahrul mengungkapkan dirinya akan membuat udakan penghubung antara jalan yang baru dibeton dengan teras depan kiosnya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan peninggian jalan.

"Entah kenapa kok ini yang ngecor lebarnya gak rata, terlalu mengarah ke sisi timur, sedangkan bagian baratnya ada yang kosong selebar 30 centimeter, mau gak mau jadi harus sewa tukang lagi untuk mempertinggi saluran," tambah Sahrul.

Sedangkan, Helan (40), warga lainnya mengaku lokasi Jalan Manggar sudah 10 tahun terakhir kerap terendam banjir karena saluran air nya sangat jarang dikeruk sehingga saat sedang pasang laut kerap terendam banjir.

"‎Sudah 4 tahun warga sekitar minta peninggian jalan, tapi baru sekarang terealisasi, sekarang kalau jalannya sudah ditinggikan semoga saja saluran airnya juga ikut dikerjakan, jangan setengah-setengah," kata Helan.

Ia juga mengungkapkan bila hanya jalannya saja yang ditinggikan maka hanya akan mengurangi ketinggian genangan banjir yang tadinya bisa semeter berkurang jadi 30 cm, makanya perlu juga dilakukan pengerukan saluran air.

‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasie) Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Arif Faizal Ritonga, mengatakan pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan Tata Air untuk langsung melakukan pengerukan saluran air di titik-titik jalan yang sudah mengalami peninggian.

"Kalau pembetonan di Jalan Manggar itu nanti sepanjang 700 meter dari perempatan depan Kecamatan Koja hingga‎ Sekolah Dasar Negeri, tapi memang untuk pembersihan saluran air masih dilakukan untuk area sekitar Pasar Lontar terlebih dahulu," kata Arif.

Menurut Arif, pihaknya akan terus mengebut pengerjaan betonisasi dalam kurun waktu sebulan kedepan karena bulan Desember nanti sudah mulai memasuki musim penghujan sehingga tidak ideal untuk melakukan peninggian jalan.

"Semoga saja November ini bisa rampung semua, apalagi sekarang beberapa paket kegiatan sudah selesai lelang dan siap dikerjakan oleh pihak kontaktor, bagi warga juga kita harap memaklumi bila akses jalan yang dicor untuk sementara tidak bisa dilalui," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara, Kasna saat dihubungi tidak merespon panggilan telefon maupun pesan singkat yang ditujukan ke sambungan telefon genggamnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon