Lee Cooper Luncurkan Koleksi Musim Gugur 2015
Jumat, 23 Oktober 2015 | 16:28 WIB
Jakarta - Memasuki akhir Oktober ini, Lee Cooper kembali meluncurkan serangkaian koleksi terbaru untuk musim gugur 2015 yang bertajuk Lee Cooper: Made To. Koleksi tersebut terinspirasi dari The British Working Class pada 1970, saat generasi muda di Timur London bebas menyuarakan pendapatnya dan memiliki gaya berpakaian smart with a gritty edge.
General Manager Lee Cooper Indonesia, Frieda Dharmawan, mengatakan, untuk koleksi musim gugur ini, brandnya kembali memfokuskan pada detil produk dan ciri khas yang lekat dengan budaya London Timur.
"Tidak hanya itu, brand Lee Cooper telah dikenal sebagai satu-satunya merek denim yang menghadirkan koleksi stretch jeans dalam semua varian fittingnya," kata Frieda dalam siaran pers yang diterima Jumat (23/10).
Frieda menambahkan, koleksi stretch jeans Lee Cooper dihadirkan untuk para pria dan wanita yang aktif namun tetap ingin terlihat effortlessly stylish, diantaranya untuk koleksi pria tersedia dalam fitting Ultra Slim, Slim, Straight dan juga Regular. Sedangkan untuk wanita, lanjut dia, tersedia dalam fitting skinny, slim, straight, bootcut dan flare yang siap memeluk pinggul para wanita dengan pas dan menawan.
Menurut Frieda, koleksi terbaru Lee Cooper kali ini banyak menggunakan gaya Repair Denim, yaitu destroyed jeans yang kembali dijahit dengan ketelitian tinggi, sebuah craftmanship sempurna dari sentuhan klasik dan tren masa kini.
"Menggunakan bahan indigo yarn, koleksi baru ini sangat cocok untuk tampilan casual maupun rapi," ungkap dia.
Frieda menambahkan, peluncuran koleksi baru ini menggandeng nama-nama besar yang telah harum di bidangnya masing-masing, diantaranya aktor Ben Joshua, musisi Melanie Subono, motorcycle enthusiast Omar Annas, dan juga pekerja kreatif Ayu Utami.
"Hal tersebut dilakukan karena kami ingin merefleksikan kenyamanan dan kelenturan jeans Lee Cooper dalam kegiatan sehari-hari," tambah dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, Lee Cooper stretch jeans diharapkan akan menjadi bagian dari sebuah catatan perjalanan yang tak terlupakan oleh pemakai saat beraktivitas, seperti ketika sedang bermain (Made to Play) ,berkreasi (Made to Create), mengeksplorasi sesuatu (Made to Explore), saat tampil dalam sebuah pertunjukan (Made to Perform), serta dibuat dengan detil yang orisinil (Made to be Authentic).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




