Pangab: ‎Ada Pergeseran Peta Konflik Dunia di Masa Depan

Rabu, 11 November 2015 | 19:20 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memeriksa pasukan saat memimpin upacara Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) di lapangan Sapta Marga komplek Akademi Militer lembah Tidar Magelang, Jateng, 3 November 2015.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memeriksa pasukan saat memimpin upacara Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) di lapangan Sapta Marga komplek Akademi Militer lembah Tidar Magelang, Jateng, 3 November 2015. (Antara/Anis Efizudin)

Surabaya - Sekitar 1.500 mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh Fakultas Universitas Airlangga (Unair) mengikuti kuliah umum yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bertempat di Airlangga Confrence Center (ACC), Surabaya, Rabu (11/11)‎.

Dalam materi kuliah umumnya yang berjudul "Jati Diri Kebangsaan", Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang didampingi Rektor Unair Prof. Dr. Moch. Nasih, MT, S.E., Ak, menyampaikan bahwa, kita semua harus memahami apa sebenarnya ancaman bangsa Indonesia ke depan. Hal ini penting untuk memberikan warning bagi generasi muda, bahwa ke depan bangsa ini seperti apa.

"Yang ditakuti oleh negara-negara lain itu bukan tentaranya tapi rakyatnya, karena apabila rakyatnya bersatu maka akan menjadi kekuatan yang besar bagi suatu negara," kata Panglima TNI dalam keterangannya, Rabu (11/11).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan tentang pergeseran peta konflik dunia pada masa depan. Di prediksi seiring dengan habisnya sumber energi fosil, konflik yang terjadi berlatar belakang penguasaan energy fosil, maka konflik masa depan akan bermotif penguasaan sumber pangan, air bersih dan energi hayati yang semuanya berada satu lokasi yaitu di daerah ekuator.

Dihadapkan pada kondisi geografis Indonesia yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun dan kekayaan alamnya maka Indonesia merupakan sumber energi, sumber pangan dan sumber air bersih yang akan menjadi incaran kepentingan nasional negara-negara asing di masa depan.

"Agar Indonesia ke depan tidak memburuk karena kehabisan sumber energy hayati, pangan, sumber air, maka harus adanya revolusi mental dengan menjalankan dan mengamalkan Pancasila dari sila pertama sampai kelima dengan benar, berdemokrasi sesuai dengan Pancasila maka kemakmuran dan keadilan akan bisa terwujud di Indonesia, ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Mengakhiri kuliah umumnya, Panglima TNI berpesan kepada para mahasiswa agar kalian harus bermimpi yang setinggi-tingginya, mimpi atau cita-cita bisa terwujud apabila selalu konsisten dalam bermimpi dan berdoa, mimpi dan berdoa harus konsisten, selanjutnya harus fokus, optimis untuk meraih mimpi tersebut dan yang lebih penting adalah melakukan eksen untuk meraihnya.

Sementara itu, Rektor Unair Prof. Dr. Moch Nasih, MT, S.E., Ak, merasa bersyukur atas kedatangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke kampus Unair dan memberikan kuliah umum, sehingga mahasiswa mendapat pandangan, wawasan dan inspirasi, dan dapat diterapkan serta dapat meningkatkan pengabdian mahasiswa kepada bangsa dan Negara, khususnya dalam pemahaman masalah Jati Diri Kebangsaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Suminta Atmadja, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G. Siahaan, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyanto dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman. [Y-7]

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon