Pemuda Katolik: Tragedi Paris Lukai Tatanan Kedamaian Dunia
Minggu, 15 November 2015 | 21:40 WIB
Jakarta - Pemuda Katolik Republik Indonesia (PKRI) menyampaikan rasa belangsungkawa atas tragedi Paris yang telah mengakibatkan tewasnya ratusan nyawa manusia yang tak bersalah. Pemuda Katolik juga mengecam keras peristiwa tersebut dan menilai peristiwa tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.
"Kita mengutuk tragegi Paris sebagai tindakan anti-kemanuasiaan. Tragedi Paris telah melukai tatanan kedamaian dunia," ujar Bendahara Umum Pemuda Katolik Ardi Susanto kepada Beritasatu.com, Sabtu (15/11).
Ardi menilai, peristiwa tersebut mengingatkan semua pihak terutama umat beragama di seluruh dunia untuk mengutamakan kepedulian terhadap sesama. Cara-cara kekerasan, kata dia, tidak bisa dibenarkan dengan alasan dan bentuk apapun.
"Penyerangan itu mengingatkan kepada kita semua bahwa dunia harus selalu mengutamakan kepedulian dengan sesama. Kita harus bergandengan tangan guna menjaga kehidupan masyarakat dunia yang saling peduli," ungkapnya.
Dalam rangka mencegah terjadinya berbagai tindakan-tindakan kekerasan, kata Ardi, pimpinan bangsa dan jajarannya, tokoh, masyarakat dan agama perlu memastikan warga negara dan umatnya menghayati nilai-nilai kedamaian, dialog, dan cinta kasih.
"Jangan biarkan masyarakat dan umat dididik dengan ajaran-ajaran sesat menilai kekerasan sebagai hal postif dan jangan membiarkan teroris mengindoktrinasi warga negara Indonesia," imbuhnya.
Ardi juga meminta masyarakat Indonesia mewaspadai akan adanya gerakan teroris di Indonesia. Peran serta dan aktif masyarakat tentunya dapat memncegah gerakan teroris di Indonesia.
"Pihak keamanan, TNI, Polri, BIN dan berbagai stakeholder lainnya perlu mengantisipasi dini potensi adanya jaringan teroris," tambah Ardi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




