Pemuda Katolik: Tragedi Paris Lukai Tatanan Kedamaian Dunia

Minggu, 15 November 2015 | 21:40 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
Sejumlah warga berkabung usai meletakkan bunga dan lilin sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas insiden teror Paris, di Sun Yat Sen, Hong Kong , 14 November 2015.
Sejumlah warga berkabung usai meletakkan bunga dan lilin sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas insiden teror Paris, di Sun Yat Sen, Hong Kong , 14 November 2015. (AFP/Issac Lawrence)

Jakarta - Pemuda Katolik Republik Indonesia (PKRI) menyampaikan rasa belangsungkawa atas tragedi Paris yang telah mengakibatkan tewasnya ratusan nyawa manusia yang tak bersalah. Pemuda Katolik juga mengecam keras peristiwa tersebut dan menilai peristiwa tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

"Kita mengutuk tragegi Paris sebagai tindakan anti-kemanuasiaan. Tragedi Paris telah melukai tatanan kedamaian dunia," ujar Bendahara Umum Pemuda Katolik Ardi Susanto kepada Beritasatu.com, Sabtu (15/11).

Ardi menilai, peristiwa tersebut mengingatkan semua pihak terutama umat beragama di seluruh dunia untuk mengutamakan kepedulian terhadap sesama. Cara-cara kekerasan, kata dia, tidak bisa dibenarkan dengan alasan dan bentuk apapun.

"Penyerangan itu mengingatkan kepada kita semua bahwa dunia harus selalu mengutamakan kepedulian dengan sesama. Kita harus bergandengan tangan guna menjaga kehidupan masyarakat dunia yang saling peduli," ungkapnya.

Dalam rangka mencegah terjadinya berbagai tindakan-tindakan kekerasan, kata Ardi, pimpinan bangsa dan jajarannya, tokoh, masyarakat dan agama perlu memastikan warga negara dan umatnya menghayati nilai-nilai kedamaian, dialog, dan cinta kasih.

"Jangan biarkan masyarakat dan umat dididik dengan ajaran-ajaran sesat menilai kekerasan sebagai hal postif dan jangan membiarkan teroris mengindoktrinasi warga negara Indonesia," imbuhnya.

Ardi juga meminta masyarakat Indonesia mewaspadai akan adanya gerakan teroris di Indonesia. Peran serta dan aktif masyarakat tentunya dapat memncegah gerakan teroris di Indonesia.

"Pihak keamanan, TNI, Polri, BIN dan berbagai stakeholder lainnya perlu mengantisipasi dini potensi adanya jaringan teroris," tambah Ardi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon