Basuki Berharap Dapat Bereskan Anggaran di DKI Jakarta
Jumat, 20 November 2015 | 11:12 WIB
Jakarta - Memasuki satu tahun memimpin Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengharapkan dapat membereskan anggaran di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI yang masih kacau-balau dan dinilainya masih cenderung menggelembungkan anggaran.
"Pertama kita harap birokrasi mesti beres, terutama soal anggaran," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (20/11).
Basuki menilai penyusunan anggaran yang dilakukan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI belum tepat sasaran. Program kegiatan yang diusulkan masih belum membawa manfaat banyak untuk warga Jakarta maupun pembangunan Kota Jakarta.
"Saya pikir mereka sudah potong, kan mereka sudah mengaku sudah potong banyak," ujarnya.
Dia mencontohkan anggaran yang disusun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016 sudah banyak dipotongnya.
Bila pada tahun 2014, Disparbud menghabiskan anggaran Rp 1,2 hingga 1,3 triliun, kemudian Basuki meminta anggaran tersebut dipotong, hingga tinggal Rp 700 miliar saja.
Kemudian di tahun anggaran ini, dia sengaja membiarkan Disparbud DKI untuk menyusun anggaran 2016. Dinas ini pun menganggarkan sebanyak Rp 700 miliar. Ternyata setelah dia cek anggaran tersebut, Basuki masih bisa memotong kembali anggaran sebanyak Rp 400 miliar. Sehingga anggaran yang ada di Disparbud totalnya menjadi Rp 300 miliar.
"Saya biarin dulu, terus saya cek lagi, ternyata saya masih bisa potong Rp 300 miliar. Dia (Disparbud) banyak sekali penganggaran yang sebenarnya enggak perlu," ungkapnya.
Pencoretan anggaran juga terjadi pada Dinas Pendidikan. Mantan Bupati Belitung Timur ini juga melihat masiih banyak anggaran yang tidak perlu tetapi dianggarkan dalam KUA-PPAS 2016. Salah satunya, program pembelajaran Bahasa Inggris dengan peserta 20 orang dianggarkan di bawah Rp 200 juta.
Hal yang sama juga dilakukan dalam anggaran Dinas Pertamananan dan Pemakaman (Distama) DKI. Basuki melihat banyak program kegiatan penunjukan langsung di bawah Rp 200 juta yang dianggarkan Distama DKI.
"Nah ini kan, dulu lebih banyak, ribuan, sekarang ya tinggal puluhan. Artinya ini yang harus dibersihkan. Saya yakin kalau ini bisa dibersihkan walaupun belum sempurna ke 2016-2017, anggaran akan semakin baik," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




