Presiden Tolak Pembelian Helikopter
Kamis, 3 Desember 2015 | 17:55 WIB
Jakarta- Sekretaris Kabinet, Pramono Anung , mengungkapkan Presiden Jokowi memutuskan menolak usulan pembelian helikopter dengan pertimbangan helikopter yang ada saat ini masih bisa digunakan dan harga yang terlalu tinggi dengan kondisi
keuangan saat ini.
" Jadi pakai yang lama saja dulu," kata Pramono Anung usai rapat tentang Alusista TNI dan Polri di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/12).
Sebelumnya, saat memimpin rapat, Presiden menegaskan pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) harus sesuai kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Pengadaan alutsista harus sesuai kebutuhan TNI, yang tercantum pada dokumen postur Kekuatan Pokok Minimum tahun 2010-2024,Renstra Pertahanan 2015-2019, dan Rencana Induk Industri Pertahanan yang ditetapkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan," kata Presiden Jokowi.
Hadir dalam rapat itu, Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus menekankan tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan Alutsista.
"Ini perlu saya garis bawahi. Proses pengadaan harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi. Pengadaan Alutsista juga dilakukan untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanaan kita," katanya.
Menurut Presiden Jokowi, pengadaan Alutsista harus memperkuat keterpaduan operasionmal antara sistem senjata antarmatra, yaitu TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Keterpaduan, lanjutnya, sangat diperlukan agar ketiga matra itu tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Ini penting sekali, jikalau tidak terintegrasi maka tidak ada keterpaduan. Nanti akan berjalan sendiri-sendiri," katanya.
Dalam rapat itu, Jokowi sempat menyinggung soal polemik pembelian helikopter Kepresidenan. Menurutnya, keberadaan alutsista harus dapat terintegrasi, terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri
"Saya menekankan kembali baik yang berkaitan dengan kemarin saya membaca ada pembelian helikopter misalnya, dan juga pembelian-pembelian alat utama sistem persenjataan kita yang lain," jelas Jokowi
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




