Pengamat: Integrasi Metromini ke Transjakarta, Usaha Sia-sia
Selasa, 8 Desember 2015 | 12:53 WIB
Jakarta- Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai upaya untuk mengintegrasikan metromini ke transjakarta merupakan usaha sia-sia. Pasalnya, selama ini PT Transjakarta dinilai belum mampu untuk mengurus bus transjakarta dengan baik.
"Tidak perlu digabungkan karena PT Transjakarta sendiri tidak becus urus bus transjakarta. Terbukti dengan layanannya yang buruk," kata, Selasa (8/12).
Darmaningtyas juga menyoroti masalah dualisme kepengurusan di tubuh PT metromini. Menurutnya, hal itu menjadikan anggotanya kebingungan kepada siapa harus meminta pengarahan. Demikian pula Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang kebingungan kepada siapa mau melakukan pembinaan.
"Karena misalnya pembinaan melalui kubu satu pasti kubu yang lain protes, tapi ketika melalui kubu yang lain, kubu yang satu pasti protes. Maka sebaiknya para pengurus itu dipanggil dan diberi batas waktu untuk memperbaikinya. Kalau mereka tetap tidak berdamai untuk melakukan perbaikan, lebih baik izin metromininya dicabut saja, daripada mengorbankan penumpang," ucapnya.
Darmaningtyas menyatakan saat ini masalah tidak hanya terdapat pada PT Metromini, melainkan juga ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang tidak pernah memberikan pembinaan. "Pendidikan sopir metromini rata-rata rendah dan memang tidak pernah dibina oleh Pemprov DKI Jakarta, jadi wajar bila mereka ugal-ugalan. Coba cek saja ke Dishub, adakah program-program untuk pembinaan untuk pengemudi metromini, kopaja, mikrolet, atau KWK?" tegasnya.
Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menilai manajemen PT metromini selama ini buruk. Hal itu terlihat dari armada yang tidak laik jalan serta banyaknya sopir tembak. Oleh karena itu, sudah seharusnya PT Metromini digabungkan ke PT Transjakarta seperti layaknya kopaja.
"Memang sebaiknya digabungkan saja. Karena metromini dimiliki oleh perorangan sehingga sulit melakukan pembinaan dan pengawasan. Dengan adanya penggabungan itu akan memudahkan untuk melakukan kontrol," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




