AIIB Tawarkan Pinjaman ke Jasa Marga

Kamis, 10 Desember 2015 | 22:17 WIB
FN
B
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: B1
Ilustrasi jalan tol
Ilustrasi jalan tol (JG Photo)

Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menaikkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan menjadi Rp 16 triliun dari rencana awal Rp 14 triliun. Salah satu sumber pendanaan capex bakal berasal dari pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, sekitar 30% sumber pendanaan capex akan berasal dari ekuitas, sedangkan sisanya 70% berasal dari perbankan. Saat ini, perseroan tengah ditawari kucuran kredit dari AIIB, selaku lembaga yang secara khusus membiayai berbagai proyek infrastruktur di Asia.

"AIIB sudah ada penjajakan ke Jasa Marga. Kalau memang bunga kredit yang ditawarkan mereka dapat berkompetisi dengan bank lokal, akan kami pertimbagkan," jelas Adityawarman di Jakarta, Kamis (10/12).

Dia menegaskan, perseroan menjajaki pinjaman dari AIIB sekitar 30-40% dari total capex. Ini dengan catatan, perseroan mampu memenuhi persyaratan dari lembaga keuangan asal Beijing tersebut.

Sebagai informasi, AIIB dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2016. Lembaga ini mulai menyalurkan kredit investasi infrastruktur kepada negara anggota pada kuartal III-2016.

Capex tahun ini, kata Adityawarman, akan dimanfaatkan untuk pengerjaan 13 ruas jalan tol sepanjang 460 kilometer (km). Anggaran ini merupakan bagian dari investasi perseroan senilai total Rp 40 triliun.

Investasi tersebut merupakan bagian dari investasi selama 10 tahun yang akan habis di 2018. Perseroan menargetkan mampu mengelola 1.050 km jalan tol pada 2018. Mengingat kebutuhan investasi yang besar, perseroan masih berharap DPR RI bisa kembali membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negata (BUMN) pada Februari 2016.

Dia mengakui, nilai capex tahun depan naik signifikan dibanding tahun ini yang sekitar Rp 5 triliun. Hal tersebut lantaran rata-rata pembebasan lahan ruas tol perseroan telah mencapai 90%. Sehingga, perseroan lebih banyak melakukan konstruksi tol tahun depan.

"Misalnya pada ruas Solo-Ngawi, lahan yang dibebaskan sudah 96%, sedangkan Ngawi-Kertsono 87%. Jadi, kami harap akhir tahun pembebasan lahan ruas tol ini sudah 100%," ujar dia.

Ruas tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono mencapai 177,12 kilometer (km) dan menjadi salah satu ruas tol terpanjang yang dibangun perseroan. Ruas tol tersebut diperkirakan menelan investasi hingga Rp 8,97 triliun dan ditargetkan beroperasi pada awal 2018. Investasi ini dilakukan perseroan melalui dua anak perusahaannya, yaitu PT Solo Ngawi Jaya dan PT Ngawi Kertosono Jaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon